- Warga Timor Tengah Selatan menghadapi krisis air bersih dan sanitasi yang memicu angka stunting mencapai 56,8 persen.
- Wahana Visi Indonesia menjalankan program Water for Timor sejak Maret 2026 untuk membangun infrastruktur air bersih.
- Pembangunan jaringan air di lima desa bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan serta mendukung waktu belajar bagi anak-anak.
Pembangunan infrastruktur air melalui kampanye Water for Timor bukan hanya soal pipa dan keran. Ini adalah soal waktu. Selama ini, anak-anak di TTS seringkali kehilangan waktu belajar karena harus membantu keluarga mencari air.
Dengan mendekatkan akses air ke rumah-rumah, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar dan bermain, sementara keluarga bisa menyiapkan makanan dengan jauh lebih higienis.
4. Beban Berat di Pundak Perempuan dan Anak-anak
Krisis air adalah pemicu masalah sosial. Di TTS, tugas mengambil air secara tradisional jatuh ke pundak perempuan dan anak-anak.
Mereka harus menempuh perjalanan 1 hingga 2 jam, dilakukan hingga dua kali sehari, menuju mata air terdekat. Kelelahan fisik ini membuat anak-anak sulit berkonsentrasi di sekolah. Hak mereka untuk bertumbuh secara optimal terenggut oleh beban fisik yang seharusnya tidak mereka pikul.
5. Solusi Terpadu: Jaringan Air Bersih (JAB)
Menjawab tantangan ini, WVI tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kesadaran. Melalui pembangunan sistem Jaringan Air Bersih (JAB), air dialirkan langsung ke rumah dan sekolah.
Program ini dibarengi dengan edukasi perubahan perilaku dan pengelolaan sanitasi keluarga. Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya tersedia, tetapi juga berkelanjutan dan bermanfaat jangka panjang bagi kesehatan warga.
Baca Juga: PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
Berita Terkait
-
Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok