News / Nasional
Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB
Ekowisata Mangrove di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Baca 10 detik
  • Pengelola Ekowisata Mangrove ini membatasi kunjungan menjadi dua kali sepekan demi menjaga kelestarian ekosistem.
  • Pihak pengelola menyusun paket wisata edukatif bersama konsultan dan melibatkan warga desa dalam operasional serta pengawasan lingkungan.
  • Pengembangan infrastruktur serta fasilitas terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan meningkatkan kesadaran.

Suara.com - Berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya yang mengejar kuantitas pengunjung setiap hari, Ekowisata Mangrove Sugian di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah berani demi kelestarian lingkungan.

Pengelola memutuskan untuk sementara membatasi operasional kunjungan hanya dua kali dalam sepekan.

Aliman, salah satu pengelola Ekowisata Mangrove Sugian, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil untuk meminimalisir dampak negatif aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove yang sensitif.

"Ekowisata ini tujuannya menyelaraskan manusia dengan alam. Kami hanya akan buka dua kali seminggu untuk mengurangi dampak lingkungan," ujar Aliman saat diwawancarai, Kamis (9/4/2026).

Menurut Aliman, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak.

Dengan membatasi hari kunjungan, pengelola dapat lebih fokus pada pengawasan dan pemeliharaan kawasan.

Dalam mengembangkan konsep wisatanya, pihak pengelola tidak berjalan sendiri.

Ekowisata Mangrove di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Aliman menyebutkan pihaknya bersama pemerintah desa setempat tengah menggandeng konsultan ahli di bidang pariwisata untuk menyusun paket-paket wisata yang berkualitas dan untuk pengembangan.

"Paketan wisata sedang kami susun bersama konsultan. Selain itu, untuk operasional harian, kami melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan warga desa dan teman-teman yang telah mengikuti pelatihan khusus," tambahnya.

Baca Juga: Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Mengubah pola pikir (mindset) masyarakat pesisir menjadi tantangan tersendiri bagi Aliman.

Namun, melalui program dan pelatihan yang sudah diberikan Wahana Visi Indonesia (WVI) terkait turunan mangrove, perlahan masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga ekosistem tempat mereka tinggal.

Tawarkan Edukasi dan Petualangan Alam

Meski membatasi waktu operasional, Ekowisata Mangrove Sugian menawarkan beragam paket menarik yang mengedepankan sisi edukasi.

Wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam pelestarian, seperti penanaman mangrove.

Wisata Kano di Ekowisata Mangrove di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Beberapa paket unggulan yang disiapkan antara lain:

Load More