- Pengelola Ekowisata Mangrove ini membatasi kunjungan menjadi dua kali sepekan demi menjaga kelestarian ekosistem.
- Pihak pengelola menyusun paket wisata edukatif bersama konsultan dan melibatkan warga desa dalam operasional serta pengawasan lingkungan.
- Pengembangan infrastruktur serta fasilitas terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan meningkatkan kesadaran.
Suara.com - Berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya yang mengejar kuantitas pengunjung setiap hari, Ekowisata Mangrove Sugian di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah berani demi kelestarian lingkungan.
Pengelola memutuskan untuk sementara membatasi operasional kunjungan hanya dua kali dalam sepekan.
Aliman, salah satu pengelola Ekowisata Mangrove Sugian, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil untuk meminimalisir dampak negatif aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove yang sensitif.
"Ekowisata ini tujuannya menyelaraskan manusia dengan alam. Kami hanya akan buka dua kali seminggu untuk mengurangi dampak lingkungan," ujar Aliman saat diwawancarai, Kamis (9/4/2026).
Menurut Aliman, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak.
Dengan membatasi hari kunjungan, pengelola dapat lebih fokus pada pengawasan dan pemeliharaan kawasan.
Dalam mengembangkan konsep wisatanya, pihak pengelola tidak berjalan sendiri.
Aliman menyebutkan pihaknya bersama pemerintah desa setempat tengah menggandeng konsultan ahli di bidang pariwisata untuk menyusun paket-paket wisata yang berkualitas dan untuk pengembangan.
"Paketan wisata sedang kami susun bersama konsultan. Selain itu, untuk operasional harian, kami melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan warga desa dan teman-teman yang telah mengikuti pelatihan khusus," tambahnya.
Baca Juga: Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
Mengubah pola pikir (mindset) masyarakat pesisir menjadi tantangan tersendiri bagi Aliman.
Namun, melalui program dan pelatihan yang sudah diberikan Wahana Visi Indonesia (WVI) terkait turunan mangrove, perlahan masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga ekosistem tempat mereka tinggal.
Tawarkan Edukasi dan Petualangan Alam
Meski membatasi waktu operasional, Ekowisata Mangrove Sugian menawarkan beragam paket menarik yang mengedepankan sisi edukasi.
Wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam pelestarian, seperti penanaman mangrove.
Beberapa paket unggulan yang disiapkan antara lain:
Berita Terkait
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah