- PAM Jaya mendistribusikan 100 unit toren air gratis bagi rumah tangga sederhana di wilayah Koja dan Kelapa Gading.
- Program ini bertujuan mengatasi kendala tekanan air rendah untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga kategori tertentu.
- PAM Jaya berkomitmen mendistribusikan total 2.000 unit toren berkapasitas 300 liter sepanjang tahun 2026 di seluruh wilayah Jakarta.
Suara.com - PAM Jaya memberikan bantuan sarana air bersih yang menyasar langsung rumah tangga kategori sederhana di wilayah Koja, Jakarta Utara.
Kebijakan ini diwujudkan melalui pembagian 51 unit toren air gratis bagi para ibu di Kelurahan Tugu Utara guna menjamin ketersediaan air bersih yang lebih stabil.
Berkolaborasi bersama TP PKK DKI Jakarta, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa para ibu adalah simbol ketangguhan keluarga yang harus mendapatkan akses air bersih secara layak.
"Perjuangan seorang ibu itu luar biasa. Kita semua bisa sehat dan tercukupi kebutuhannya di rumah karena sosok ibu," ujar Arief, Senin (20/04/2026).
Selain di Koja, pembagian toren gratis dari PAM Jaya juga menyasar 49 rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Program ini difokuskan bagi pelanggan kategori 2A1 dan 2A2 dengan kriteria khusus, yakni memiliki luas bangunan rumah di bawah 70 meter persegi.
Secara teknis, pembagian toren menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi kendala tekanan air rendah yang sering dialami permukiman padat.
"Akses air tidak hanya tentang jaringan perpipaan, tetapi juga tentang bagaimana air itu bisa tersimpan di dalam tempat penyimpanan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya di setiap rumah," terang Arief lagi.
PAM Jaya sendiri berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kebijakan dengan target distribusi 2.000 unit toren berkapasitas 300 liter sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
Sebelumnya, pembagian toren gratis sudah dilakukan di wilayah kekurangan air bersih di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.
Berita Terkait
-
Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
-
PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
-
Galian PAM Jaya di Condet Jadi Biang Kerok Kecelakaan! Dirut Janji Percepat Pengerjaan Usai Viral
-
Air Bersih Berkelanjutan Jadi Kunci Hidup Sehat: Lebih Aman untuk Masa Depan
-
Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun
-
Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik
-
La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik