- Endang Kuswati korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terjebak dalam reruntuhan.
- Tim SAR sempat mengira Endang telah meninggal dunia karena ia tidak memberikan respons saat tertindih puing kereta.
- Endang berhasil diselamatkan setelah berjuang menggerakkan tubuhnya hingga petugas menyadari ia masih dalam kondisi hidup.
Suara.com - Maut seolah sudah berdiri tepat di depan mata Endang Kuswati saat kecelakaan hebat antara KRL dan KA Argo Bromo menghantam lintas Stasiun Bekasi Timur.
Di tengah puing kereta yang ringsek, Endang sempat terjebak dalam kondisi kritis hingga nyaris kehilangan harapan, bahkan petugas SAR sempat mengira ia telah tiada.
Kisah dramatis ini diceritakan kembali oleh sang suami, Budi Harmanto, saat mendampingi Endang di RSUD Kota Bekasi.
Berdasarkan penuturan istrinya, tragedi itu datang dalam sekedipan mata. Di mana saat benturan terjadi, Endang tengah menunduk di dalam gerbong.
“Katanya kejadiannya itu cepat. Dia lagi nunduk, terus ada yang lari dari belakang. Pas dia mau noleh, tiba-tiba terdengar klakson dari kereta Jawa itu kencang,” tutur Budi kepada Suara.com, Rabu (29/4/2026).
Suara klakson yang memekakkan telinga itu menjadi ingatan terakhir Endang sebelum benturan keras menghantam gerbongnya. Endang seketika tak sadarkan diri.
Saat siuman, suasana di sekelilingnya telah berubah menjadi mimpi buruk. Endang mendapati tubuhnya terjepit di antara himpitan besi tua. Yang lebih memilukan, tepat di atas tubuhnya, terbujur dua penumpang lain yang sudah tidak bernyawa.
“Sadar-sadar dia sudah ketindih, di atasnya ada dua orang yang posisinya sudah meninggal,” ungkap Budi dengan nada getir.
Dalam kegelapan dan ruang yang nyaris tanpa sela, proses evakuasi berjalan sangat lambat.
Baca Juga: Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
Petugas Basarnas yang menyisir lokasi awalnya sempat melewati Endang. Karena tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak dan tidak menunjukkan respons, tim SAR menduga Endang adalah salah satu korban tewas.
“Karena dia nggak bisa gerak, sama petugas sempat dinyatakan meninggal,” kata Budi.
Namun, di ambang kepasrahan, semangat hidup Endang membuncah. Meski raga sulit digerakkan, ia menolak menyerah pada maut. Ia memacu seluruh tenaganya hanya untuk memberi tanda kehidupan.
“Dia dalam hati harus kuat. Makanya dia berusaha gerakin tangan atau badan, biar ketahuan masih hidup,” sambungnya.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Mata jeli petugas menangkap sebuah pergerakan kecil di tengah reruntuhan. Seketika, suasana evakuasi yang semula tenang berubah menjadi tegang sekaligus penuh syukur.
“Baru petugas bilang ‘masih ada, masih ada’. Dari situ langsung dikasih oksigen,” jelas Budi.
Proses pengeluaran tubuh Endang tidaklah mudah. Lantaran posisinya yang terjepit sangat rumit, ia harus bertahan selama 10 jam di dalam gerbong yang hancur sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (28/4) pagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI
-
8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau
-
Grup Bakrie Bakal Suplai Metanol Hasil Gasifikasi Batu Bara ke Program B50
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus
-
Pengamat: Masyarakat Main Hakim Sendiri karena Tak Lagi Percaya Hukum