Persiapan kapal dan pasukan mulai dilakukan.
6. Tanggal 21 Maret
- Penjelasan rencana operasi serta penerimaaan keputusan Presiden.
- 2 fregat dan heli diberangkatkan dari Jakarta
- Pasukan khusus berangkat dari Jakarta memakai pesawat TNI AU dan bergabung dengan kapal di Colombo.
- Pembebasan dilakukan ketika kapal sedang berlayar.
7. Tanggal 23 Maret
2 fregat dan helikopter berangkat dari Jakarta.
8. Tanggal 29 Maret
2 Kapal sudah tiba di Colombo. Proses penerimaan pasukan khusus dan bekal ulang berlangsung.
9. Tanggal 30 Maret
2 fregat berangkat dari Colombo ke wilayah perairan Somalia. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima saat itu, MV Sinar Kudus sudah turun jangkar di perairan Somalia. Akan tetapi, ada kemungkinan masih dipakai sebagai kapal induk.
10. Tanggal 4 April
Baca Juga: Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
Pasukan Gugus Tugas telah tiba di Somalia. Mereka melakukan pengumpulan data dan rencana cadangan. Pertama, hasil deteksi dari helikopter yang diterbangkan melaporkan bahwa ada 8 kapal negara lain yang dibajak.
Kedua, belum ada negara lain yang melakukan pembebasan sandera ketika kapal sudah turun jangkar. Ketiga, biasanya ABK yang disandera sering dipindah dan jumlahnya di kapal tidak lengkap.
Keempat, masing-masing kapal yang dibajak dijaga oleh pasukan keamanan. Kelima, terdapat kurang lebih 15-20 kelompok perompak yang terorganisir. Di mana setiap kelompoknya berisi 30 anggota. Keenam, kapal-kapal turun jangkar di kota yang mayoritas berisi perompak.
11. Tanggal 6 April
Satgas kembali ke Pelabuhan Oman, Salalah, untuk bekal ulang.
12. Tanggal 12 April
Pasukan melakukan antisipasi jika Sinar Kudus keluar dari perairan Somalia.
13. Tanggl 13 April
Negosiasi memperoleh titik terang yaitu penindakan disesuikan dengan tebusan yang disepakati. Dipastikan pula langkah itu mendapat jaminan keselamatan ABK. Setelah itu, di saat pelepasan akan dilaksanakan tindakan militer terhadap komplotan perompak Somalia.
14. Tanggal 18 April
Melakukan rapat terbatas di Bogor untuk menyelamatkan sandera, kemudian pengejaran terhadap bajak lait Somalia yaitu dengan dilakukannya operasi militer. Aksi serentak dilakukan dengan kekuatan 1 LPD, 1 heli, Kopassus, Kostrad, marinir hingga pelibatan Sandi Yudha pimpinan Dankormar.
15. Tanggal 21 April
Penambahan kekuatan diberangkatkan dari Jakarta menuju Somalia.
16. Tanggal 27 April
SBY mencermati kebijakan serta permintaan bebaskan dan selamatkan ABK, melaksanakan aksi militer terhadap elemen perompak, hingga mengawal MV Sinar Kudus sampai ke Oman.
17. Tanggal 28 April
Rencana pengantaran uang tebusan kemudian dibatalkan sebab ada pimpinan perompak meminta nominal tebusan dinaikkan dari jumlah yang disepakati.
18. Tanggal 30 April
Pengantaran uang tebusan melalui pesawat dispanser. Uang miliaran itu dibawa ke MV Sinar Kudus untuk dicek asli atau tidak. Selanjutnya dibagi ke perompak, investor, tokoh informal 10 persen, serta penjaga 10 persen. Perhitungan uang tebusan dilakukan di kapal sampai malam.
19. Tanggal 1 Mei
Pagi harinya, semua perompak turun dari MV Sinar Kudus. Setelah dipastikan tidak ada lagi perompak di MV Sinar Kudus, barulah dilakukan aksi tindakan militer pengamanan untuk melakukan pengejaran. Karena perompak Somalia mengetahui tindakan itu, mereka ikut menyerang TNI. Hingga akhirnya terjadi baku tembak.
Sejumlah 4 Perompak tertembak dan jatuh ke laut. Namun, tidak ditemukan mayatnya di laut dan hanya speedboatnya yang ditemukan dan dibawa ke Indonesia.
Setelah itu, TNI melakukan pengecekan keamaan MV Sinar Kudus dan sterilisasi perompak serta bahan peledak. Setelah dipastikan aman, kapal kemudian dibawa ke Oman dan dikawal oleh 2 fregat.
20. Tanggal 4 Mei
Satgas, kapal LPD (Landing Platform Deck), serta pihak militer lainnya melaksanakan konsolidasi di Oman.
Kejadian yang menimpa MV Sinar Kudus kembali harus dirasakan kapal tanker minyak Honour di perariran Somalia. Kini upaya pembebasan para awak tengah dilakukan.
Demikian tadi kilas balik pembebasan kapal Sinar Kudus dari perompak Somalia. Semoga menambah wawasan!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
3 Motor Listrik Murah Mirip Vespa: Tampil Klasik, Dealer Banyak, Bebas Repot Klaim Garansi
-
Pilot Malaysia Terbangkan Pesawat ke Indonesia dalam Kondisi Positif Kokain hingga Ekstasi
-
Selundupkan 70 Ribu Ekstasi, Pilot Malaysia Positif Kokain Saat Bawa 170 Penumpang ke Jakarta
-
Tergiur Upah Rp220 Juta, Pilot Asal Malaysia Nekat Selundupkan 25 Kg Ekstasi ke Indonesia
-
5 Sunscreen Spray Terbaik yang Tahan Air untuk Olahraga, Anti Luntur saat Berkeringat
-
PP 24/2026 Dinilai Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi, Peluang Premi Diprediksi Meningkat
-
Hujan di Simalungun Bikin Motor Terseret Arus, Ratusan Rumah Kebanjiran
-
Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan
-
Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal