-
Trump instruksikan Angkatan Laut tembak mati kapal pemasang ranjau di wilayah Selat Hormuz.
-
Operasi pembersihan ranjau ditingkatkan tiga kali lipat demi mengamankan jalur distribusi minyak dunia.
-
Amerika Serikat menyegel total Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan politik baru dengan Iran.
Suara.com - Donald Trump mengambil langkah militer ekstrem dengan menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghabisi siapa pun yang menyabotase Selat Hormuz.
Keputusan ini menjadi titik didih baru dalam upaya Washington mengamankan jalur distribusi energi global dari ancaman ranjau laut.
Dikutip dari The Hill, Amerika Serikat kini tidak hanya sekadar bertahan melainkan secara aktif melakukan pembersihan ranjau dengan intensitas tiga kali lipat.
Trump menegaskan posisi tempur ini melalui pernyataan resmi yang menunjukkan tidak adanya toleransi terhadap aktivitas provokasi di perairan tersebut.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, berjumlah 159 kapal, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keragu-raguan,” tulis Trump.
Perintah tegas ini muncul di tengah ketidakpastian operasional jalur pelayaran yang menjadi urat nadi ekonomi dunia tersebut.
Gedung Putih bahkan telah memberikan instruksi khusus untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa ancaman di bawah air.
“Selain itu, 'penyapu' ranjau kami sedang membersihkan Selat tersebut saat ini. Saya dengan ini memerintahkan aktivitas tersebut untuk dilanjutkan, tetapi dengan level yang ditingkatkan tiga kali lipat!” tambahnya.
Meskipun gencatan senjata dengan Iran telah diperpanjang tanpa batas waktu namun blokade militer tetap dijalankan dengan ketat.
Baca Juga: Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Pentagon memberikan estimasi bahwa proses pembersihan ranjau secara menyeluruh bisa memakan waktu hingga enam bulan ke depan.
Dampak Ekonomi dan Blokade Maritim
Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima dari total pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.
Penurunan volume lalu lintas tanki akibat konflik telah memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional secara signifikan.
Komando Pusat AS melaporkan telah menghalau puluhan kapal yang mencoba melanggar zona blokade terhadap Iran tersebut.
Tindakan tegas di lapangan ini merupakan bagian dari strategi besar Amerika Serikat untuk memberikan tekanan maksimal pada Teheran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
-
Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar
-
Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?
-
Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital
-
Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit
-
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing
-
Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
-
Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?
-
Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet
-
Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!