-
Penyerangan di Golders Green resmi dikategorikan sebagai tindakan terorisme oleh kepolisian Inggris.
-
Tersangka merupakan warga Inggris kelahiran Somalia yang diduga menargetkan komunitas Yahudi London.
-
Polisi selidiki keterkaitan serangan Golders Green dengan insiden kekerasan sebelumnya di Southwark.
Suara.com - Densus Inggris resmi menetapkan aksi penyerangan di kawasan Golders Green sebagai insiden terorisme yang terencana.
Penyelidik kini berfokus pada potensi motif kebencian rasial yang secara spesifik menyasar kelompok agama tertentu di London.
Dikutip dari Skynews, kehadiran unit intelijen khusus menandai keseriusan otoritas dalam membongkar jaringan atau keterlibatan aktor lain di balik layar.
Asisten Komisaris Laurence Taylor mengonfirmasi bahwa tim khusus antiteror sedang bekerja cepat bersama Kepolisian Metropolitan untuk memproses kasus ini.
Otoritas keamanan juga melakukan koordinasi lintas sektor guna memetakan gambaran intelijen secara menyeluruh dan mendalam.
"Satu jalur penyelidikan adalah apakah serangan ini sengaja menargetkan komunitas Yahudi di London," kata Taylor.
Ia juga menegaskan komitmen aparat untuk memberikan rasa aman kepada seluruh warga pasca-insiden yang mencekam tersebut.
"Saya ingin memperjelas bahwa pemolisian antiteror dan pasukan polisi di seluruh negeri sedang dikerahkan untuk memberikan dukungan tambahan dan ketenangan, dan kami meminta masyarakat untuk waspada dan mendukung komunitas yang mungkin merasa khawatir malam ini," tuturnya.
Profil dan Rekam Jejak Pelaku
Baca Juga: Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
Identitas tersangka diketahui sebagai seorang pria berkebangsaan Inggris berusia 45 tahun yang merupakan kelahiran Somalia.
Setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, pelaku kini telah dijebloskan ke sel tahanan kantor polisi London.
Status hukumnya saat ini adalah tersangka atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap warga sipil di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian juga telah melakukan penggeledahan intensif di sebuah kediaman yang berlokasi di tenggara London.
Ternyata, pria ini juga terlibat dalam aksi kekerasan lain di wilayah Southwark beberapa jam sebelum kejadian utama.
Insiden awal dilaporkan terjadi di Great Dover Street sekitar pukul 08.50 waktu setempat dengan melibatkan senjata tajam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif