News / Metropolitan
Kamis, 30 April 2026 | 13:48 WIB
Apartemen Mediterania Tanjung Duren terbakar. (ANTARA/Risky Syukur)
Baca 10 detik
  • Kebakaran terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, pada Kamis pagi, 30 April 2026 yang mengejutkan para penghuni gedung.
  • Sistem alarm dan alat penyemprot air tidak berfungsi sehingga penghuni harus melakukan evakuasi mandiri melalui tangga darurat.
  • Tim pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi penghuni dari lantai 35 setelah terjebak selama dua jam akibat kepungan asap tebal.

Suara.com - Penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren menyesalkan tidak berfungsinya alarm dan sprinkler saat kebakaran terjadi, Kamis (30/4/2026) pagi.

Salah seorang penghuni, Antonius, mengatakan dirinya tinggal di lantai 28 Tower C Apartemen Mediterania. Saat peristiwa terjadi, ia tidak mendengar suara alarm berbunyi sebagai penanda bahaya.

Meski berada di lantai yang jauh dari sumber api, asap kebakaran masih bisa dirasakannya.

“Jadi ini asap kebakaran itu sudah melalui ventilasi udara, dan alarm kebakaran tidak bekerja, maupun sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik efektif seperti simulasi kebakaran,” kata Antonius kepada wartawan, Kamis.

Akibat tidak berbunyinya alarm, banyak penghuni yang tidak mengetahui adanya insiden tersebut.

Warga yang sadar lebih dulu soal adanya peristiwa kebakaran kemudian berupaya mengetuk pintu penghuni lain untuk menginformasikan peristiwa ini.

“Jadi untuk kami hanya bisa evakuasi mandiri gitu, tidak bisa apa namanya tuh dapat dari inisiatif dari pengelola maupun pemadam kebakaran gitu,” jelasnya.

Para penghuni kemudian berupaya menyelamatkan diri melalui tangga darurat. Ada tiga tangga darurat di dalam Tower C, yakni timur, barat, dan tengah.

“Awalnya kami lewat tangga darurat kan ada tiga; dari barat, tengah, dan timur. Dari timur itu sudah full, dari tengah itu juga sudah tercemar dari asap, dari barat kami nggak sempat,” katanya.

Baca Juga: Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS

Karena merasa sudah tidak memungkinkan untuk turun ke bawah, Antonius bersama warga lainnya berinisiatif untuk naik ke lantai paling atas, yakni lantai 35. Saat itu, asap juga sudah mengepul di lorong-lorong apartemen.

“Ke bawahnya itu setelah tim pemadam kebakaran mengevakuasi kami. Tim pemadam kebakaran mengevakuasi kami,” katanya.

Ia juga mengaku sudah cukup lama berdiam diri di lantai 35. Sejak mengevakuasi diri pukul 08.00 WIB, pemadam baru mengevakuasi warga pada pukul 10.00 WIB.

“Estimasi sekitar jam 10 baru kami baru bisa dievakuasi,” tandasnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Para pemadam berupaya mengevakuasi warga melalui tangga darurat dari luar gedung.

Aksi penyelamatan ini cukup dramatis, sebab para warga harus menuruni satu per satu anak tangga yang terbuat dari aluminium.

Load More