- Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp 116 triliun di Cilacap pada 29 April 2026.
- Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas mentah seperti nikel, kelapa sawit, dan tembaga melalui integrasi teknologi pengolahan modern.
- Inisiatif strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Suara.com - Pemerintah memulai langkah besar dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peluncuran proyek hilirisasi nasional tahap II.
Langkah itu ditandai dengan peresmian (groundbreaking) 13 proyek strategis yang memiliki nilai investasi fantastis mencapai Rp 116 triliun.
Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/04/2026).
Proyek hilirisasi tahap II ini mengemban misi krusial untuk mempercepat transformasi industri berbasis nilai tambah dari sumber daya alam yang melimpah di tanah air.
Kelanjutan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan negara secara nominal, tetapi juga mengubah wajah industri Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.
Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, memberikan pandangannya terkait urgensi proyek ini.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada penguatan sektor-sektor fundamental yang menopang produktivitas nasional.
"(Ini bisa menjadi) peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi," kata Esther dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Esther menjelaskan bahwa hilirisasi nasional tahap II memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah pada ekonomi pengolahan di dalam negeri.
Baca Juga: Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan
Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspor secara signifikan.
Beberapa komoditas utama yang menjadi fokus dalam tahap ini antara lain adalah pengolahan nikel, kelapa sawit, hingga tembaga.
Selain aspek ekonomi makro, Esther juga menekankan pentingnya integrasi inovasi dan teknologi modern dalam setiap proses pengolahan.
Pembangunan fasilitas seperti smelter dan pabrik pengolahan harus didukung oleh teknologi terbaru untuk memastikan efisiensi operasional dan kualitas produk yang memenuhi standar internasional.
"Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi proses industrialisasi, tetapi juga perjalanan menuju ekonomi yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan," katanya.
Lebih lanjut, dampak sosial dari proyek senilai ratusan triliun ini menjadi sorotan utama. Pembangunan kawasan industri di berbagai daerah diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan.
Berita Terkait
-
Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan
-
Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?
-
Imbas Langgar Protokol Istana, Maia Estianty dan Suami Dikira Prabowo Orangtua Syifa Hadju
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
3 Poin Harga Mati! Jordi Amat: Timnas Indonesia Wajib Libas Timor Leste
-
Isu Gaji Manajer KDMP Capai Rp16 Juta Sebulan, dari Mana Sumbernya?
-
4 Shio yang Hoki dan Bahagia 31 Juli 2026, Masa Sulit Berakhir Mulai Hari Ini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Bukan Hanya Cetak Banyak Gol tapi...
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste Sore Ini: Tim Garuda Diterpa Kabar Buruk
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Bedak Shade Light Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya dari Produk Lokal
-
Ulat Sagu hingga Hutan Belantara: 5 Alasan Serial Petualangan Ini Wajib Ditonton Sebelum ke Malaysia