- Suasana di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Jumat pagi peringatan Hari Buruh terpantau kondusif dan arus lalu lintas lancar.
- Belum terdapat konsentrasi massa buruh yang besar di kawasan Palmerah meskipun aparat gabungan tetap melakukan pengamanan ketat.
- Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat berencana menyampaikan tuntutan ketenagakerjaan melalui audiensi langsung dengan pimpinan DPR RI di Jakarta.
Suara.com - Suasana di sekitar Gedung DPR/MPR RI, khususnya di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5) pagi, terpantau masih relatif kondusif.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan pada pukul 9 pagi, arus lalu lintas di Jalan Palmerah Timur, depan Stasiun Palmerah, terlihat ramai namun tetap lancar. Kendaraan roda dua dan roda empat melintas tanpa hambatan berarti.
Tidak tampak adanya rombongan massa buruh yang bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI, baik melalui jalur Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke gerbang utama, maupun dari arah Jalan Gelora menuju kawasan TVRI, yang kerap menjadi titik kumpul aksi.
Situasi di sekitar pintu samping Gedung DPR/MPR juga terpantau relatif lengang. Beberapa kendaraan operasional milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat terparkir di lokasi. Sejumlah aparat gabungan tampak berjaga di titik tersebut untuk mengantisipasi potensi kedatangan massa.
Hingga pagi hari, belum terlihat konsentrasi massa dalam jumlah besar di sekitar area Palmerah yang mengarah langsung ke kompleks parlemen.
Sebelumnya, aksi buruh dalam rangka May Day tahun ini tidak sepenuhnya terpusat di DPR. Sejumlah konfederasi besar seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) lebih banyak mengonsolidasikan massa di Monas, Jakarta Pusat.
Meski demikian, aliansi lain seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) tetap menjadwalkan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan ketenagakerjaan, termasuk penolakan sistem outsourcing dan dorongan pengesahan regulasi perlindungan buruh.
Perwakilan massa aksi yang berunjuk rasa di DPR disebut berencana melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI serta komisi terkait yang membidangi ketenagakerjaan, untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Baca Juga: Kenapa 1 Mei disebut Hari Buruh? Ini Sejarah dan Tragedi di Baliknya
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga