- Amien Rais mengunggah video berisi tuduhan terhadap Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya pada 30 April 2026.
- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan video tersebut mengandung hoaks, fitnah, serta berpotensi melanggar UU ITE.
- Pemerintah akan menempuh langkah hukum karena konten tersebut dianggap merendahkan martabat Presiden dan memicu provokasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M. Qodari, mengungkapkan keprihatinannya atas pernyataan tokoh senior Amien Rais yang dinilai telah mengonsumsi dan menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks.
Qodari menyebut sangat disayangkan figur sekaliber Amien Rais, yang dikenal sebagai akademisi dan profesor, justru terhasut oleh konten manipulatif di media sosial.
"Saya sebetulnya prihatin ya, melihat video Pak Amien Rais itu. Prihatinnya adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, akademisi, dan profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks," ujar Qodari dalam keterangannya yang diizinkan untuk dikutip Suara.com, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Qodari, dasar tudingan yang dilontarkan Amien Rais bersumber dari sebuah video lagu berjudul "Aku Bukan Teddy".
Dalam narasi yang beredar, Amien Rais menganggap lagu tersebut dinyanyikan oleh Titiek Soeharto. Namun, Qodari menegaskan bahwa konten tersebut adalah hasil manipulasi atau kompilasi yang tidak ada hubungannya dengan fakta sebenarnya.
"Kenapa korban hoaks? Karena dasar penilaiannya adalah sebuah akun yang berisi lagu berjudul 'Aku Bukan Teddy' yang dianggap oleh Pak Amien Rais dinyanyikan oleh Ibu Titiek. Padahal kalau kita tonton, jelas satu, yang nyanyi bukan Ibu Titiek. Kedua, gambar Ibu Titiek di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan lagu," jelasnya.
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan, bahwa akun asli pengunggah video tersebut sebenarnya telah mencantumkan disclaimer bahwa konten tersebut hanyalah untuk kepentingan hiburan (entertainment), meskipun mungkin memiliki muatan politik tertentu.
Ia pun menjadikan kasus ini sebagai peringatan akan bahayanya teknologi Artificial Intelligence (AI) dan penyebaran hoaks di media sosial yang bisa mengecoh siapa saja, termasuk tokoh senior.
"Jadi ini contoh dari bahaya hoaks di medsos, bahaya dari AI. Bagaimana seorang tokoh sepintar dan sesenior Pak Amien Rais bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Teddy itu dasarnya adalah hoaks," pungkasnya.
Baca Juga: Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum
Berita Terkait
-
Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya
-
Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum
-
Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM
-
Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar