Bisnis / Keuangan
Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:05 WIB
Ekonom mengingatkan Presiden Prabowo agar tak salah sasaran saat membuat kebijakan KUR bunga 5 persen untuk rakyat kecil. [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
Baca 10 detik
  • Ekonom mengingatkan Presiden Prabowo agar tak salah sasaran saat membuat kebijakan KUR bunga 5 persen untuk rakyat kecil.
  • Presiden Prabowo mengumumkan kebijakan KUR dengan bunga maksimal 5 persen per tahun saat peringatan Hari Buruh di Jakarta.
  • Kebijakan ini bertujuan meringankan beban ekonomi buruh, petani, dan nelayan agar tidak terjerat bunga pinjaman yang sangat tinggi.

Suara.com - Rencana kebijakan Kredit Usaha Rakyat atau KUR bunga 5 persen yang disampaikan Presiden Prabowo di peringatan Hari Buruh Sedunia pada Jumat (1/5/2026) dinilai sudah tepat selama sasaran yang ditarget tidak meleset.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai inisiatif Presiden Prabowo untuk menurunkan bunga KUR menjadi 5 persen per tahun dari sebelumnya flat 6 persen bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat kecil pada pinjaman berbunga tinggi, seperti rentenir atau pinjol ilegal.

Tetap KUR, jelas Yusuf, adalah kredit atau pinjaman untuk usaha kecil dan menengah. KUR dan pinjol berada di segmen yang berbeda.

Umumnya, bunga kredit yang sangat tinggi dikenakan kepada kelompok yang tidak tersentuh perbankan (unbankable), yang tidak memiliki dokumen usaha, riwayat kredit, atau bahkan rekening bank.

Sementara KUR tetap mensyaratkan kelayakan administratif tertentu, seperti lolos penilaian kredit dan memiliki legalitas usaha. Padahal, hambatan utama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) biasanya lebih menyoal akses awal pembiayaan.

Maka dari itu, dia menilai bila tujuan utama kebijakan adalah menjangkau kelompok yang selama ini terjebak pinjaman informal, pendekatan yang lebih efektif adalah memperluas akses pembiayaan ultra mikro dengan syarat yang lebih sederhana.

Di saat yang sama, penguatan literasi keuangan dan integrasi data pelaku usaha kecil menjadi kunci agar mereka bisa masuk ke sistem formal.

Yusuf juga mengingatkan risiko perilaku debitur.

“Ketika pesan publik yang muncul adalah negara akan terus hadir menurunkan beban kredit, ada kemungkinan sebagian debitur menjadi kurang disiplin dalam pembayaran. Risiko seperti ini memang tidak selalu besar, tetapi perlu diantisipasi,” jelasnya.

Baca Juga: Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, menegaskan pemerintah segera mengucurkan KUR dengan bunga maksimal 5 persen per tahun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.

"Saya sudah perintahkan bank-bank milik RI sebentar lagi kita akan kucurkan KUR maksimal 5 persen satu tahun," kata Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil karena selama ini masyarakat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan, kerap terjerat bunga pinjaman yang sangat tinggi.

Menurut dia, penghasilan rakyat tidak boleh habis hanya untuk membayar bunga pinjaman yang memberatkan.

Load More