- Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan KUR bunga 5 persen untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
- Kebijakan bunga rendah ini bertujuan mempermudah akses pembiayaan UMKM di tengah tantangan pelemahan daya beli masyarakat saat ini.
- Penyaluran KUR bunga lima persen sangat bergantung pada subsidi pemerintah agar perbankan tetap bersedia menyalurkan kredit produktif tersebut.
Suara.com - Kredit Usaha Rakyat atau KUR bunga 5 persen yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di peringatan Hari Buruh akan efektif bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah, demikian dikatakan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman.
Ia mengatakan KUR bunga 5 persen akam mempermudah UMKM mengakses pembiayaan di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
“Bunga KUR 5 persen masih cukup efektif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena jauh di bawah bunga kredit komersial kisaran 10-14 persen, sehingga menjaga akses pembiayaan di tengah daya beli yang melemah,” kata Rizal di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Sebagai catatan, bunga KUR sebelumnya ditetapkan sebesar 6 persen untuk pengajuan pertama dan terus meningkat 1 persen untuk pengajuan berikutnya dengan maksimal bunga 9 persen. Per 2026, pemerintah menetapkan bunga KUR dibuat flat 6 persen.
Secara historis, KUR mendorong ekspansi kredit UMKM dengan risiko yang relatif terjaga, di mana rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) KUR umumnya di bawah level 2 persen.
Namun, Rizal menyoroti, efektivitas KUR kini lebih terbatas lantaran kendala utama UMKM bergeser dari akses kredit ke kondisi pasar dan produktivitas.
“Artinya, kredit murah saja tidak cukup mendorong skala usaha,” tambahnya.
Pada sisi perbankan, Rizal berpendapat skema bunga KUR 5 persen sangat bergantung pada subsidi pemerintah, mengingat bunga tidak mengikuti harga pasar.
Di tengah likuiditas yang mengetat dan biaya dana naik, di mana imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) berkisar 6,8 persen, kebijakan ini berpotensi menekan margin bank bila tidak diimbangi dengan kompensasi pemerintah yang optimal.
Baca Juga: Kisah Pengusaha Sulap Lahan Terbatas Jadi Kebun Paprika Premium dengan Dukungan KUR BRI
Kondisi itu dikhawatirkan membuat bank lebih selektif dalam menyalurkan KUR.
“Jadi, KUR 5 persen tetap penting sebagai instrumen inklusi dan stabilisasi, tetapi ke depan harus difokuskan pada kredit produktif berbasis peningkatan kapasitas usaha, bukan sekadar volume,” tutur Rizal.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah segera mengucurkan KUR dengan bunga maksimal lima persen per tahun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
"Saya sudah perintahkan bank-bank milik RI sebentar lagi kita akan kucurkan KUR maksimal 5 persen satu tahun," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.
Presiden menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil karena selama ini masyarakat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan, kerap terjerat bunga pinjaman yang sangat tinggi. Menurutnya, penghasilan rakyat tidak boleh habis hanya untuk membayar bunga pinjaman yang memberatkan.
Berita Terkait
-
Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
-
Suara Ojol Didengar Prabowo, Asosiasi Apresiasi Potongan Aplikasi 8 Persen
-
Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi
-
Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan
-
Keputusan Insentif Kendaraan Listrik Diserahkan ke Daerah, Pusat Dinilai Lempar Tanggung Jawab
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026