- Ditjen Imigrasi mencegah keberangkatan 42 WNI yang hendak menunaikan ibadah haji secara nonprosedural di Bandara Soekarno-Hatta.
- Tindakan tegas ini dilakukan untuk melindungi warga negara dari penyalahgunaan visa serta potensi risiko hukum di Arab Saudi.
- Petugas mengamankan rombongan calon haji ilegal tersebut melalui pengawasan ketat dan koordinasi dengan Satgas Haji lintas instansi.
Suara.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengambil tindakan tegas dengan mencegah keberangkatan 42 warga negara Indonesia (WNI) yang nekat hendak menunaikan ibadah haji secara nonprosedural.
Puluhan calon haji "jalur tikus" tersebut diamankan dalam rangkaian pengawasan ketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sejak awal musim haji hingga Jumat (1/5).
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk proteksi negara terhadap warga negaranya.
"Pencegahan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melindungi WNI dari penyalahgunaan visa dan potensi risiko hukum di negara tujuan," kata Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Hendarsam menambahkan bahwa pengetatan ini bukan tanpa alasan.
"Ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo serta arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Imigrasi akan terus hadir melalui penguatan pengawasan dan sinergi antarinstansi sebagai wujud Imigrasi untuk rakyat," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar melaksanakan ibadah haji melalui jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku, demi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan selama berada di Tanah Suci.
Kronologi Terbongkarnya Modus Rombongan
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, membeberkan kronologi terbaru saat petugas mencegat 23 orang dalam satu rombongan yang hendak terbang ke Jeddah menggunakan maskapai Saudi Airlines SV827.
Baca Juga: Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
"Dari total tersebut, mereka terdiri atas 12 laki-laki dan 11 perempuan," jelas Galih.
Kecurigaan petugas bermula dari ketidaksesuaian keterangan perjalanan dengan dokumen yang dibawa. Saat diinterogasi, rombongan ini sempat mencoba mengelabui petugas dengan mengaku sebagai pekerja migran yang akan bekerja di Arab Saudi.
Namun, setelah diperiksa lebih dalam, mereka akhirnya mengaku akan berhaji dengan visa yang tidak sesuai peruntukannya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui terdapat satu orang yang berperan sebagai koordinator, sementara 22 lainnya adalah jamaah yang tergiur jalur nonprosedural.
Sinergi Satgas Haji
Guna menindaklanjuti temuan ini, Imigrasi langsung berkoordinasi dengan Satgas Haji yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah serta Polri. Keberangkatan seluruh rombongan tersebut akhirnya resmi ditunda.
Galih menyebut langkah itu merupakan bagian dari penguatan pengawasan keimigrasian selama musim haji 2026.
"Penundaan ini kami lakukan untuk mencegah WNI menjadi korban praktik haji nonprosedural yang berisiko penolakan masuk hingga permasalahan hukum di Arab Saudi. Kami terus memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas instansi dalam Satgas Haji," tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran ibadah haji 2026 yang melibatkan sekitar 221 ribu jamaah, Imigrasi telah menyiagakan personel di 14 bandara embarkasi utama. Fasilitas modern seperti autogate juga telah dioptimalkan di bandara besar seperti Kualanamu (KNO), Soekarno-Hatta (CGK), hingga Juanda (SUB) guna mempercepat proses pemeriksaan dokumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar