News / Internasional
Senin, 04 Mei 2026 | 14:28 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Benjamin Netanyahu menyatakan tekanan ekonomi masif akan melemahkan Iran serta memaksa mereka menyerahkan material nuklir yang tersimpan.
  • Israel telah menguasai lima puluh persen wilayah Gaza untuk menghancurkan seluruh infrastruktur militer dan pemerintahan kelompok Hamas.
  • Netanyahu menegaskan Israel akan melakukan demiliterisasi Gaza secara mandiri jika tidak ada pihak ketiga yang mengambil tanggung jawab.

Suara.com - Benjamin Netanyahu membocorkan strategi Israel menghadapi Iran dan konflik di Gaza dalam pertemuan tertutup dengan jajaran komando militer.

Dalam rekaman yang dipublikasikan sejumlah media Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan Iran akan segera menyerah.

Menurut Netanyahu, tekanan ekonomi akan membuat pemerintahan Iran terguncang.

Benjamin Netanyahu menyebut elite Iran sangat khawatir terhadap potensi keruntuhan ekonomi yang dapat memicu gejolak politik di dalam negeri.

“Pada akhir konflik ini, Iran akan lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel akan jauh lebih kuat,” kata Netanyahu dilansir dari Channel 14.

Netanyahu juga mengungkap keyakinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa tekanan ekonomi masif dapat memaksa Iran menyerahkan material nuklir yang selama ini disimpan di fasilitas bawah tanah.

Lebih dari 100 warga sipil Israel terluka setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah selatan Israel, termasuk ke kota Dimona yang berada dekat fasilitas nuklir. [@IsraelMFA]

“Trump percaya tekanan ekonomi yang sangat besar dapat membuat Iran melepaskan bahan nuklir yang diperkaya,” ujar Netanyahu.

Terkait Gaza, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mundur dari target menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas.

Benjamin Netanyahu mengklaim militer Israel kini menguasai zona keamanan yang mencakup lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Baca Juga: Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Menurut Netanyahu, kendali tersebut memberi Israel kemampuan operasional untuk memasuki titik mana pun di Gaza guna menghancurkan infrastruktur kelompok Hamas.

Benjamin Netanyahu menambahkan telah menyampaikan pesan kepada Washington bahwa jika Amerika Serikat gagal menghadirkan pihak ketiga untuk mengambil alih proses demiliterisasi Gaza, maka Israel akan menjalankan misi itu sendiri.

“Jika tidak ada pihak luar yang mengambil tanggung jawab perlucutan senjata di Gaza, maka tugas itu akan jatuh ke tangan Israel,” tegas Netanyahu.

Netanyahu menutup pernyataannya dengan menyebut militer Israel kini berada dalam posisi sangat kuat untuk menyelesaikan operasi di Gaza.

Namun, ia menegaskan pemerintah akan menentukan waktu yang dianggap paling tepat untuk melancarkan tahap akhir operasi militer tersebut.

Load More