- Pengamat Eddy Cohen memperingatkan Benjamin Netanyahu untuk mewaspadai latihan militer Mesir di dekat perbatasan Israel yang dianggap provokatif.
- Israel khawatir latihan tersebut menjadi ancaman nyata karena sejarah menunjukkan pengabaian aktivitas militer rutin memicu konflik besar sebelumnya.
- Cohen mendesak pemerintah Israel meminta Amerika Serikat menekan Mesir melalui syarat pemberian bantuan ekonomi atas tindakan militer tersebut.
Suara.com - Pihak Israel was-was dengan latihan militer yang dilakukan Mesir. Menurut salah satu pengamat Israel, Eddy Cohen, Benjamin Netanyahu tidak meremehkan latihan militer Mesir di dekat perbatasan kedua negara.
Cohen menilai aktivitas militer tersebut harus dipandang serius di tengah meningkatnya narasi ancaman dari media Mesir.
Dalam wawancara dengan media Israel, Cohen menyebut pemberitaan di Mesir dalam beberapa hari terakhir dipenuhi euforia atas latihan militer tersebut.
Menurutnya, sejumlah media bahkan menampilkan pesan bernada provokatif bahwa perbatasan yang tenang telah berakhir.
“Dua hari terakhir media Mesir berpesta. Ada panel, artikel, video, kartun, semuanya mengesankan bahwa mereka telah membuat Israel panik,” ujar Cohen dilansir dari Channel 14.
Cohen mengingatkan bahwa Israel pernah salah membaca situasi sebelum pecahnya perang besar di masa lalu.
Cohen menyinggung Perang Yom Kippur 1973 serta serangan Hamas pada 7 Oktober sebagai contoh bahaya menganggap latihan militer sebagai rutinitas biasa.
“Sebelum Perang Yom Kippur juga ada latihan. Sebelum 7 Oktober juga ada latihan, dan kita bilang itu hanya latihan. Kesalahan itu tidak boleh terulang,” tegasnya.
Cohen juga mempertanyakan alasan Mesir menggelar latihan militer tepat di dekat perbatasan Israel, bukan di wilayah lain yang lebih luas.
Baca Juga: Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
Cohen meminta pemerintah Israel menyelidiki maksud strategis di balik lokasi latihan tersebut.
“Mesir punya wilayah sangat luas. Mengapa latihan dilakukan di dekat perbatasan? Mengapa komunikasi terganggu? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab oleh pimpinan politik,” katanya.
Selain aspek keamanan, Cohen menyoroti ketergantungan ekonomi Mesir terhadap bantuan Amerika Serikat.
Cohen mendesak Perdana Menteri Israel memanfaatkan pengaruh Washington untuk menekan Kairo melalui syarat-syarat yang lebih tegas dalam pemberian bantuan.
“Mesir membutuhkan uang Amerika. Sudah waktunya Israel meminta Washington menetapkan syarat yang jelas kepada Kairo,” ujar Cohen.
Berita Terkait
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027
-
Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat
-
Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis
-
Lawan Putusan Pengadilan Militer! 4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi