- Ade Armando dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 4 Mei 2026 terkait dugaan ujaran kebencian terhadap Jusuf Kalla.
- Pelaporan dipicu oleh komentar Ade mengenai potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada sebelumnya.
- Ade Armando menyatakan siap memenuhi panggilan penyidik serta menegaskan tidak melakukan manipulasi terhadap potongan video tersebut.
Suara.com - Pegiat media sosial Ade Armando angkat bicara setelah kembali dilaporkan ke polisi usai mengomentari potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ade mengaku heran dirinya dilaporkan hanya karena memberikan tanggapan atas video yang menurutnya tidak tepat.
“Itu yang buat saya mengherankan, karena saya cuma mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Pak JK dalam dua menit itu, itu tidak benar. Dalam Islam tidak ada ajaran yang mengatakan membunuh orang Kristen itu hukumnya mati syahid,” kata Ade Armando kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2026).
“Dan orang Kristen juga, dalam agama Kristen juga tidak ada ajaran yang mengatakan membunuh orang Islam itu mati syahid,” tambahnya.
Ade menjelaskan, saat itu dirinya hanya menerima potongan video berdurasi dua menit. Ia baru mengetahui belakangan bahwa ceramah tersebut memiliki versi lengkap yang jauh lebih panjang.
“Baru belakangan kan ramai bahwa ada video panjangnya ya, yang 40 menit atau berapa banyak. Tapi yang kami peroleh ketika itu yang dua menit,” ungkapnya.
Ia menilai komentarnya sah karena didasarkan pada materi yang beredar saat itu. Ade menegaskan dirinya tidak melakukan manipulasi terhadap video tersebut.
“Kecuali misalnya saya memotong-motong video itu, mengeditnya misalnya, memanipulasinya, tapi kan saya nggak. Saya mengomentari yang waktu itu beredar aja,” jelasnya.
Meski telah dilaporkan, Ade menyatakan siap memenuhi panggilan penyidik.
Baca Juga: Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
“Ya pasti datang lah. Pasti datang lah,” katanya.
Sebelumnya, Ade bersama Permadi Arya atau Abu Janda dan Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.
Laporan itu dilayangkan oleh aliansi organisasi Islam untuk kerukunan umat beragama, terkait komentar mereka atas potongan video ceramah Jusuf Kalla di UGM.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.
Sebelumnya, Ade Armando dan pihak terkait juga sempat dilaporkan dalam kasus serupa di Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas