News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi penganiayaan (Ist)
Baca 10 detik
  • Sertu AW dari TNI AD terlibat keributan dan mengalami luka tusuk oleh pemilik warung di Kemayoran, Jakarta Pusat.
  • Insiden di Sumur Batu pada 3 Mei 2026 tersebut memicu aksi perusakan warung oleh pihak yang situasinya memanas.
  • TNI AD berkomitmen memproses hukum prajurit yang terbukti bersalah serta menjaga koordinasi dengan kepolisian demi menciptakan kondisi kondusif.

Suara.com - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal Donny Pramono angkat bicara soal dugaan penganiayaan dan perusakan warung yang dilakukan oleh anggota TNI AD.

Adapun tindakan penganiayaan tersebut terjadi di wilayah Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/5/2026) lalu.

“Kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut,” kata Donny, dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Donny menjelaskan peristiwa itu bermula dari kesalahpahaman antara Sertu AW dengan pemilik warung.

Saat terjadi cekcok, prajurit tersebut diduga mengalami luka yang dituding sebagai aksi penusukan oleh penjaga warung.

“Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” katanya.

Donny menyatakan, jika kerusakan yang terjadi pada warung tersebut terjadi setelah peristiwa dugaan penusukan.

“Adapun terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas,” katanya.

Ia meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan video yang beredar di sosial media. Sebab, video yang beredar belum tentu video secara lengkap.

Baca Juga: Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

Ia juga mengklaim bakal menindak para prajurit yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap,” ujar dia.

“TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” imbuhnya.

Donny menyampaikan jika saat ini kondisi di lapangan sudah dalam kondisi yang kondusif.

“Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik,” tandasnya.

Load More