- Dua tersangka pengeroyokan anggota TNI AD di Stasiun Depok Baru pada 24 April 2026 telah berhasil ditangkap polisi.
- Pengeroyokan terjadi karena pelaku tidak terima saat korban menegur tindakan kekerasan ibu terhadap anaknya di area stasiun.
- Tindakan agresif pelaku dipicu pengaruh minuman beralkohol dan dilakukan tanpa menggunakan senjata tajam maupun benda tumpul apapun.
Suara.com - Polisi menyebut tersangka pengeroyokan terhadap anggota TNI AD di Stasiun Depok Baru, Depok, Jawa Barat melakukan aksinya di bawah pengaruh minuman beralkohol. Sejauh ini dua dari tiga pelaku yang terlibat telah ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama mengonfirmasi, kondisi mabuk para tersangka menjadi faktor pemicu agresivitas mereka saat kejadian.
“Dapat kami sampaikan memang para pelaku terpengaruh minuman beralkohol,” ujar Made saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan juga diketahui kalau aksi kekerasan tersebut dilakukan para pelaku menggunakan tangan kosong.
Made memastikan tidak ada penggunaan senjata tajam maupun benda tumpul dalam insiden yang terekam kamera pengawas (CCTV) stasiun tersebut.
Para pelaku diketahui merupakan sosok yang kerap beraktivitas di lingkungan Stasiun Depok Baru, di mana salah satu tersangka yang telah diringkus bekerja sebagai juru parkir di area tersebut.
Kronologi
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam, ketika korban yang merupakan anggota TNI AD berpangkat Peltu mencoba menegur seorang ibu yang tengah memukul anaknya di area stasiun.
Namun, tindakan persuasif korban justru direspons dengan kemarahan oleh suami ibu tersebut yang kemudian memprovokasi rekan-rekannya untuk mengeroyok korban.
Baca Juga: Jumhur Jadi Menteri LH, Rocky Gerung di Istana: Kabinet Jadi Efektif Kalau Ada Tokoh Mantan Napi!
Sejauh ini, polisi telah mengamankan dua tersangka, termasuk sang suami. Namun, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang.
“Kami upayakan untuk segera diamankan sesegera mungkin,” tegas Made.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG