- Polresta Banda Aceh menyelidiki dugaan kekerasan terhadap balita di Daycare Baby Preneur yang terjadi pada April 2026.
- Pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku berinisial DS dan memeriksa enam saksi terkait insiden penganiayaan tersebut.
- Manajemen daycare telah memberhentikan terduga pelaku secara tidak hormat serta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Suara.com - Kasus kekerasan di tempat penitipan anak kembali mencuat, kali ini terjadi di Banda Aceh dan memicu keprihatinan luas.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap balita berusia 18 bulan yang terjadi di Daycare Baby Preneur (DBP), Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan tersebut terjadi lebih dari satu kali. Berdasarkan hasil awal penyelidikan, insiden disebut berlangsung pada 24 dan 27 April 2026.
Kasus ini mencuat ke publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan viral di media sosial. Video tersebut langsung memicu perhatian luas dan mendorong aparat kepolisian untuk turun tangan.
Pihak manajemen daycare telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram resmi mereka. Dalam pernyataannya, pengelola juga menyebut bahwa terduga pelaku telah diberhentikan secara tidak hormat dan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, yang terdiri dari pihak yayasan, pengasuh, serta pihak lain yang terkait dengan operasional daycare tersebut. Polisi juga telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial DS (24) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kompol Dizha menambahkan, penanganan kasus ini melibatkan tim gabungan dari Unit PPA, Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh, serta dukungan Resmob Subdit III Ditreskrimum Polda Aceh. Saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan kemungkinan adanya unsur pelanggaran lainnya.
“Masih dalam pendalaman penyidik. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh keterangan terkumpul,” ujarnya.
Baca Juga: Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan
-
BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan
-
Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite
-
Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis Inti dan Mesin Pertumbuhan Baru BRI