-
AS resmi memblokade seluruh pelabuhan Iran demi menghentikan pungutan liar terhadap kapal komersial asing.
-
Sebanyak 15.000 personel dan 100 pesawat dikerahkan dalam Operasi Project Freedom di Selat Hormuz.
-
Ketegangan meningkat setelah adanya klaim serangan rudal Iran terhadap kapal perusak milik militer AS.
Suara.com - Amerika Serikat secara agresif mulai menutup akses maritim menuju seluruh pelabuhan Iran demi menegakkan kepatuhan hukum internasional.
Langkah drastis ini memaksa sedikitnya 50 kapal komersial mengubah rute pelayaran mereka agar tidak memasuki zona terlarang tersebut.
Manuver ini menandai dimulainya kontrol ketat Washington terhadap jalur logistik di salah satu titik paling krusial dunia.
Militer AS menargetkan pemutusan total arus lalu lintas kapal yang keluar maupun masuk dari wilayah kedaulatan Teheran.
“Hingga hari ini, lima puluh kapal komersial telah dialihkan oleh pasukan AS untuk memastikan kepatuhan,” kata CENTCOM melalui platform X, Senin.
Kebijakan blokade ini menyasar kedua sisi Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi global saat ini.
Fokus utama operasi ini adalah mencegah aliran dana segar masuk ke kas Teheran melalui pungutan pelayaran maritim.
Meski demikian, kapal bendera asing tetap diizinkan melintas selama mereka tidak melakukan transaksi pembayaran kepada pemerintah Iran.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Donald Trump yang dikenal dengan nama Project Freedom.
Baca Juga: Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.
Kekuatan tempur yang dikerahkan untuk mendukung operasi ini mencakup armada laut dan udara yang sangat signifikan.
Kapal perusak rudal berpemandu kini bersiaga penuh untuk memantau setiap pergerakan yang mencurigakan di sekitar selat.
CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.
Kehadiran ribuan tentara ini menjadi sinyal peringatan keras bagi otoritas Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran bebas.
Operasi tersebut dimulai pada Senin pagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan