- Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mendesak aparat hukum mengusut tuntas kasus pemukulan kader Ronald Aristone Sinaga di Jakarta.
- Pihak partai menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil kepada pelaku tanpa memandang latar belakang korban.
- Ahmad Ali menyerahkan penyelidikan kronologi kepada pihak kepolisian karena insiden tersebut terjadi di luar tugas resmi kepartaian.
Suara.com - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali angkat bicara soal dugaan pemukulan terhadap kadernya, Ronald Aristone Sinaga alias Beo Ron. Ali menegaskan, kasus tersebut harus diproses secara hukum tanpa memandang latar belakang korban.
“Tidak karena Bro Ron adalah kader PSI, tapi siapapun itu yang melakukan tindak pidana juga dia harus bertanggung jawab secara hukum di Republik Indonesia. Itu sikap daripada PSI,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan bahwa sikap tersebut bukan semata karena korban merupakan kader PSI, melainkan sebagai prinsip umum penegakan hukum yang harus berlaku bagi seluruh masyarakat.
Ali mengaku prihatin atas insiden kekerasan yang menimpa kadernya. Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain di balik kejadian itu.
“Kalau kemudian kemungkinan ada orang-orang tertentu yang mem-backing ini, ya saya minta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menyampaikan kepada publik supaya kemudian peristiwa ini tentunya kita harapkan tidak lagi terulang,” ungkapnya.
Terkait kronologi kejadian, Ali mengaku tidak mengetahui secara rinci karena peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas kepartaian. Bro Ron disebut sedang melaksanakan tugas sebagai pendamping atau advokasi.
Ia menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait detail kejadian dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menjelaskan kepada publik.
“Karena ini adalah hal di luar tugas kepartaian, saya sebagai ketua harian tidak berani untuk menyampaikan kronologis yang disampaikan kepada kami karena bisa jadi salah bisa jadi benar. Nanti biar aparat penegak hukum yang menyampaikan itu atau ditanyakan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya.
Baca Juga: Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya
Berita Terkait
-
Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya
-
Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando
-
Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
PSI Kecam Aksi Pemukulan ke Bro Ron, Minta Aparat Usut Semua Yang Terlibat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto