News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 16:38 WIB
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyampaikan pihaknya telah berdiskusi panjang dengan Ade Armando sebelum menerima pengunduran dirinya sebagai kader PSI. (Foto dok. PSI)
Baca 10 detik
  • Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menerima pengunduran diri Ade Armando di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.
  • Ade Armando mendesak pengunduran dirinya segera diterima demi mencegah dampak negatif masif terhadap institusi partai PSI.
  • Keputusan ini diambil guna memitigasi risiko serangan pihak luar yang menyeret sosok Jokowi dan tokoh internal partai.

Suara.com - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyampaikan pihaknya telah berdiskusi panjang dengan Ade Armando sebelum menerima pengunduran dirinya sebagai kader PSI.

Menurut Ali, pengunduran itu sebenarnya untuk kepentingan partai juga kepentingan pribadi Ade sendiri.

"Ini dua hal yang harus kemudian dijaga secara bersama-sama. Sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu, dengan pengalaman-penalaman yang sudah pernah terjadi di PSI, kami mencoba memitigasi, Pak Ade mengajak kami berdiskusi," kata Ali di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dalam prosesnya, Ali mengaku bahkan Ade yang mendesak agar pengunduran dirinya segera diterima partai. Sebab bila terus ditunda, Ade melihat kalau ada potensi dampak yang lebih luas apabila pengunduran dirinya tidak segera diputuskan.

Ia menjelaskan, situasi yang dihadapi kali ini dinilai berbeda karena skala serangan terhadap Ade disebut berlangsung secara masif.

Hal itu, kata dia, menimbulkan kekhawatiran bahwa dampaknya tidak lagi berhenti pada individu, tetapi bisa melebar ke institusi partai hingga figur-figur lain, salah satunya Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi tokoh utama pendukung PSI sekaligus ayah dari Ketum PSI Kaesang Pangarep.

“Kalau secara personal mungkin Pak Ade tetap biasa menghadapi itu. Tapi ini bisa jadi, menurut analisa Pak Ade bahwa ini nanti bisa akan meluas ke partai, bahkan nanti bisa terhubung juga ke Pak Jokowi. Selalu dihubungkan ke situ,” ungkapnya.

Atas pertimbangan tersebut, Ali menyebut DPP PSI akhirnya menerima pengunduran diri Ade sebagai langkah yang dinilai paling rasional dalam situasi yang berkembang.

Ade Armando mundur dari PSI. (Suara.com/Lilis)

“Atas dasar itu kami kemudian menerima realitas. Tapi di sisi lain kami juga menyadari betul bahwa yang paling sulit bagi Pak Ade ini adalah ketika dilarang berbicara,” pungkasnya.

Baca Juga: Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek

Sebelumnya, Ade juga menuturkan bahwa ia merasa ada upaya yang dilakukan secara sengaja dan masif oleh pihak tertentu untuk menyerang dirinyanya, sekaligus menyeret PSI.

Meskipun bukan sosok yang asing dengan kontroversi maupun pelaporan hukum, namun, situasi kali ini dinilainya berbeda karena serangan tidak hanya tertuju kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga melebar ke PSI.

"Saya adalah orang yang sudah kenyang dengan kontroversi dan sudah kenyang dengan laporan polisi. Tapi kali ini suasananya agak beda. Kayaknya untuk pertama kalinya, kasus saya dilaporkan dengan cara yang masif," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti derasnya serangan di media sosial yang menurutnya melibatkan figur-figur besar dan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh luas di ruang publik.

Kondisi ini, kata dia, semakin memperkuat kesan bahwa tekanan yang datang bukan sekadar reaksi spontan, melainkan memiliki pola yang lebih luas.

Load More