Suara.com - Di Indonesia, ketahanan energi dan akses air bersih masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di beberapa wilayah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, mencatat bahwa ada sebanyak 7,36 persen rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih.
Dalam sesi “Energy Resilience in the Time of Crisis” yang diadakan pada forum Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Jakarta Summit 2026, mengungkap bahwa inovasi teknologi dengan pendekatan langsung di lapangan dapat menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Inovasi yang Dihasilkan
Pembuktian itu lahir melalui riset kolaborasi yang dilakukan oleh University of Newcastle berkolaborasi dengan Universitas Trunojoyo Madura, RMIT, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Inovasi ini terletak pada penggabungan dua teknologi yang digabungkan, yaitu Organic Rankine Cycle (ORC) dan Seawater Reverse Osmosis (SWRO).
Dilansir dari ormat (7/5/2026), ORC adalah sistem yang memanfaatkan panas bumi untuk memproduksi listrik. Sedangkan, SWRO adalah teknologi pemurnian air yang untuk menghilangkan ion, molekul, dan partikel yang lebih besar dari air laut, sebagaimana dilaporkan oleh Water.co.id (7/5/2026).
Salah satu peneliti dari Universitas Trunojoyo, Prof. Wahyudi Agustiono, mengatakan bahwa sebelumnya masyarakat harus memisahkan air laut dengan cara manual untuk bisa menghasilkan garam. Kini, teknologi ini memnungkinkan pemanfaatan yang lebih luas.
“Simultan, teknologi yang kami kembangkan memungkinkan masyarakat untuk mengolah air laut ini menjadi air bersih sekaligus menghasilkan energi dari teknologi solar panel. Jadi ada tiga teknologi yang digunakan,” ujar Prof. Wahyudi.
Hasil yang Diperoleh serta Harapan Pengaplikasian yang Lebih Luas
Berdasarkan data operasionalnya, gabungan inovasi ini mampu menghasilkan daya surya sebesar 1.764 hingga 3.106 Watt. Dari sisi pengolahan air, sistem ini mampu memproduksi air layak minum sebanyak 2 liter per menit. Selain itu, teknologi ini juga membantu masyarakat pesisir dalam memproduksi garam melalui pemanfaatan 7 hingga 8 liter air pekat yang dihasilkan.
Baca Juga: Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana
Hingga saat ini, inovasi ini baru diterapkan di Madura. Namun, ke depannya Prof. Wahyudi berharap bahwa teknologi baru ini dapat diaplikasikan di wilayah lain.
“Ini masih di tahap penelitian awal dan perlu pengembangan untuk membuat desainnya lebih sesuai, tetapi kami harap bisa direplikasi di tempat lain,” ucap Prof. Wahyuni.
Chief Technology and Sustainability Officer PLN, Evy Haryadi, mengatakan bahwa diperlukan model pendanaan yang berkelanjutan untuk menunjang perluasan skala inovasi tersebut.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
"Nak Keluar Sayang", Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr