News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. [Antara]
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya memeriksa 39 saksi terkait kecelakaan maut antara kereta api dan taksi online di Bekasi Timur.
  • Penyidik mendalami aspek teknis sistem perkeretaapian serta operasional perusahaan transportasi online untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
  • Proses penyelidikan terus dilakukan bersama Puslabfor Bareskrim Polri dan KNKT guna memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan kereta.

Suara.com - Polda Metro Jaya terus mendalami insiden maut kecelakaan kereta di Bekasi Timur dengan memeriksa puluhan saksi dari berbagai pihak.

Tidak hanya sopir taksi online dan korban selamat, polisi juga mulai membedah aspek teknis perkeretaapian hingga sistem operasional perusahaan transportasi online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hingga kini penyidik telah memeriksa 39 saksi terkait kecelakaan yang melibatkan KRL, Kereta Api Argo Bromo Anggrek, dan taksi online tersebut.

“Sampai saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 39 orang saksi,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).

Puluhan saksi itu terdiri dari satu pelapor, dua saksi dalam laporan polisi, 11 korban selamat, delapan warga di sekitar lokasi kejadian, dua pihak pengemudi dan operasional kendaraan, delapan petugas operasional perkeretaapian, tiga saksi dari instansi terkait, hingga empat saksi dari perusahaan taksi online.

Menurut Budi, pemeriksaan lanjutan kini difokuskan pada unsur teknis sistem perkeretaapian dan operasional transportasi online yang diduga berkaitan dengan rangkaian kecelakaan maut tersebut.

“Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online,” ujarnya.

Potret evakuasi korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur April 2026. (Dok. Instagram/@kemenhub151)

Penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah memeriksa tiga pejabat dari PT KAI Daop 1 Manggarai, yakni AP selaku Kepala Sintal atau Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi, CN sebagai Petugas Pengawas Selatan, serta MAH yang bertugas sebagai Customer Service on Train KRL.

Selain itu, polisi turut memeriksa sejumlah pejabat operasional dari PT Hans SM Green and Smart Mobility Indonesia atau Green SM.

Baca Juga: Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Mereka di antaranya KS selaku Driver Recruitment Manager, MI dari bagian pelatihan sopir, BM sebagai Repair and Maintenance Control Manager, serta SF selaku Department Manager Operasional Bekasi.

Tak hanya pejabat perusahaan, pengemudi taksi online berinisial RR yang menjadi kendaraan pertama tertabrak KRL juga telah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Termasuk saudara pengemudi RR, pengemudi taksi online yang pertama kali tertabrak oleh KRL,” ungkap Budi.

Polda Metro Jaya menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan.

Pendalaman dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti dua insiden kereta yang terjadi hampir bersamaan tersebut.

“Kami juga menghormati tim dari KNKT yang turun terkait tentang musibah kecelakaan mobil taksi online dengan kereta KRL, begitu juga KRL dengan Kereta Argo Bromo Anggrek. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya juga sama-sama mendalami dua peristiwa yang terjadi,” tandasnya.

Load More