Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
- Kepolisian Sleman menemukan 11 bayi yang dititipkan di sebuah rumah di Pakem, Yogyakarta, pada 8 Mei 2026.
- Sebagian besar bayi tersebut lahir dari orang tua yang belum menikah dan dititipkan karena berbagai alasan pribadi.
- Pihak kepolisian sedang mendalami kasus melalui koordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan perlindungan bagi anak-anak tersebut.
Selain itu sudah ada enam ibu bayi yang dimintai keterangan terkait hal ini dan satu perangkat desa.
Langkah ini diambil untuk memahami latar belakang masing-masing kasus sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Ibu kandungnya enam bayi. Identitas-identitas baik orang tua dan anak kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait melalui kemarin rapat akan kita koordinasikan dengan baik Dukcapil," ucapnya.
Wiwit menegaskan bahwa fokus kepolisian saat ini adalah menjaga agar penanganan kasus ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi kondisi psikologis maupun masa depan anak-anak tersebut.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM