-
Piala Dunia 2026 terancam oleh cuaca ekstrem seperti panas tinggi dan badai petir.
-
FIFA menerapkan jeda pendinginan wajib guna melindungi kesehatan para atlet di lapangan.
-
Kelembapan tinggi dan kebakaran hutan menjadi faktor tambahan yang mengancam kelancaran turnamen.
Sebuah studi tahun 2025 mengungkapkan fakta bahwa 14 dari 16 lokasi tuan rumah melampaui ambang batas WBGT.
Kota-kota seperti Miami, Houston, Dallas, hingga Monterrey berisiko mencapai level panas yang sangat ekstrem.
Untuk meminimalisir bahaya, jadwal kick-off sebagian besar digeser ke waktu sore atau malam hari.
Stadion di Houston dan Dallas bahkan telah dilengkapi atap yang bisa dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu.
Namun, gelombang panas tetap bisa melonjakkan suhu hingga 10 derajat di atas rata-rata normal biasanya.
Badai petir musim panas menjadi variabel paling tidak terprediksi yang dapat menghentikan jalannya pertandingan seketika.
Jika petir terdeteksi dalam radius 10 mil, standar operasional mewajibkan penghentian laga selama 30 menit.
Kasus terbaru terjadi pada F1 Grand Prix Miami yang jadwalnya terpaksa dimajukan demi menghindari petir.
Selain itu, polusi asap dari kebakaran hutan di Kanada juga mengancam kualitas udara di berbagai kota.
Baca Juga: Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
Belum ada ambang batas tetap dari FIFA terkait kualitas udara, sehingga keputusan akan diambil secara situasional.
Piala Dunia 2026 merupakan edisi perdana yang diikuti 48 tim dengan cakupan geografis luas di Amerika Utara.
Penyelenggaraan di musim panas menjadi tantangan karena wilayah ini sering dilanda cuaca ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim global.
FIFA berupaya menyesuaikan regulasi teknis demi memastikan turnamen tetap berjalan aman tanpa mengabaikan faktor kesehatan manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras BULOG Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Kabel Listrik Bermasalah, Ratusan Jaecoo J7 Kena Recall