News / Metropolitan
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A jalur Utara-Selatan, Selasa (12/5/2026). (dok. Pemprov DKI)
Baca 10 detik
  • Wapres Gibran dan Gubernur Pramono meninjau proyek MRT Fase 2A Jakarta yang progresnya mencapai 59,7 persen pada Selasa (12/5/2026).
  • Pemerintah menargetkan operasional MRT hingga Stasiun Harmoni dimulai akhir 2027 dan penyelesaian jalur Utara-Selatan rampung pada tahun 2029.
  • Pembangunan proyek yang melibatkan 3.800 tenaga kerja lokal ini menghadapi tantangan konstruksi pada stasiun terdalam yaitu 28 meter.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A jalur Utara-Selatan, Selasa (12/5/2026).

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik proyek, yakni Stasiun Sawah Besar hingga Harmoni. Pramono menyampaikan, capaian konstruksi proyek tersebut kini telah melampaui separuh pengerjaan.

"Kalau dilihat secara keseluruhan, progresnya sekarang ini sudah 59,7 persen," ujarnya di Balai Kota, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa operasional awal dijadwalkan menyentuh kawasan Harmoni lebih dahulu sebelum berlanjut ke Kota Tua.

"Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Dirut MRT beberapa waktu yang lalu, mulai 2027 pertengahan kami akan commissioning, kemudian operasi sampai dengan Harmoni, itu akan dilakukan sampai paling lama akhir 2027," jelasnya.

Pekerja memeriksa bangunan terowongan MRT Fase 2A Stasiun MRT Thamrin dan Monas saat pembangunan di Jakarta, Senin (26/5/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt]

Bila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jalur utama Utara-Selatan sepanjang 22,2 km ditargetkan tuntas dalam tiga tahun ke depan di Kota Tua.

"Kalau ini sudah selesai, ruas utama dari Utara Selatan sepanjang 22,2 km selesai secara keseluruhan di tahun 2029," kata Pramono.

Di sela peninjauan, Pramono turut menyoroti kedalaman ekstrem dua stasiun yang menjadi tantangan tersendiri dalam proses konstruksi.

"Karena yang ada di Sawah Besar dan Mangga Besar itu adalah stasiunnya terdalam, kurang lebih 28 meter ke dalam, tentunya pekerjaan konstruksinya dibandingkan dengan daerah lain lebih banyak," ungkapnya.

Baca Juga: 252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tenaga pengerjaan proyek ini merupakan warga negara Indonesia.

"Yang menggembirakan, 3.800 orang yang bekerja di sana semuanya adalah Indonesia. Sehingga dengan demikian ini membuktikan bahwa putra-putri terbaik kita kalau diberikan kesempatan bisa memberikan hasil yang luar biasa," ujar Pramono.

Wapres Gibran pun disebut Pramono menyatakan kepuasannya terhadap perkembangan proyek tersebut.

"Progresnya cukup bagus dan apalagi tunneling-nya cukup rapi, semua sekali lagi dikerjakan oleh putra-putri Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kita memang mampu untuk itu. Yang paling penting adalah kualitasnya harus tetap terjaga," tutur Pramono.

Selain MRT Fase 2A, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga tengah menggenjot persiapan proyek MRT Timur-Barat, dengan target segmen pertamanya dapat dinikmati warga pada 2030.

Load More