- Pemprov DKI Jakarta menggelar Car Free Day perdana di Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Mei 2026.
- Warga mengkritik pengalihan arus lalu lintas dan jadwal kegiatan yang dinilai mengganggu aktivitas ibadah hari Minggu.
- Pemprov akan mempercepat durasi CFD Rasuna Said mulai 1 Juni 2026 sebagai solusi atas keluhan masyarakat tersebut.
Suara.com - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang digelar pada Minggu (10/5/2026) langsung menuai sejumlah kritik.
Warga sekitar mengeluhkan dua hal, yakni pengalihan arus lalu lintas yang dianggap mengganggu mobilitas di kawasan permukiman, serta jadwal pembukaan jalan yang dinilai terlalu siang sehingga mengusik waktu beribadah umat Nasrani.
Meski demikian, CFD di Rasuna Said akan tetap dilaksanakan karena dianggap mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
"Antusiasme publiknya luar biasa," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Namun di sisi lain, keluhan tentang penyesuaian jadwal CFD di kawasan Rasuna Said juga tetap diakomodir oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Per 1 Juni 2026 nanti, pelaksanaan CFD di kawasan Rasuna Said akan berakhir lebih awal dibanding kawasan lain seperti Sudirman-Thamrin.
"Kami segera memutuskan, untuk Rasuna Said, pelaksanaan Car Free Day tetap dimulai 5.30. Tetapi untuk selesainya, pasti akan lebih cepat dari itu," kata Pramono.
Sementara untuk rute utama CFD di kawasan Sudirman-Thamrin, jam pelaksanaan masih dipertimbangkan apakah akan tetap mengikuti jadwal yang sudah ada atau bakal disesuaikan juga.
"Nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni," ucap Pramono.
Baca Juga: Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global
Kebijakan menggelar CFD di Rasuna Said sendiri merupakan bagian ikhtiar dari Pemprov DKI untuk mencanangkan kawasan tersebut sebagai ikon baru Jakarta menuju kota global.
Wilayah di jantung Setiabudi tersebut dianggap sebagai urat nadi penting yang memiliki intensitas aktivitas sangat tinggi, baik dari sisi birokrasi maupun ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka