- Kapal pengangkut 37 imigran ilegal asal Indonesia tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, setelah berangkat dari Sumatra Utara.
- Tim gabungan Malaysia telah menemukan 27 korban, dengan rincian 23 orang selamat dan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal.
- Media Malaysia mendesak pemerintah Indonesia meningkatkan edukasi bahaya migrasi ilegal guna mencegah terulangnya insiden penyelundupan pekerja migran tersebut.
Suara.com - Arus masuk pekerja ilegal asal Indonesia ke Malaysia melalui jalur laut kembali menjadi sorotan setelah insiden tenggelamnya kapal di perairan Pulau Pangkor, Perak.
Meski aparat keamanan Malaysia terus memperketat pengawasan di wilayah perairan, upaya penyelundupan pekerja migran ilegal tetap terjadi.
Salah satu media di Malaysia mendesak pemerintah Indonesia tak lepas tangan atas kasus ini.
Menurut media Malaysia, pemerintah Indonesia diminta perlu meningkatkan edukasi soal bahaya dan resiko masuk ke negara lain dengan jalur ilegal.
"Pemerintah Indonesia juga dinilai perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menjadi imigran ilegal dan risiko penyelundupan laut," ulas media Malaysia Berita Harian.
"Hubungan dekat Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun disebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan ini,"
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam yang membawa imigran ilegal asal Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, kembali menemukan empat korban jiwa pada hari kedua pencarian.
Empat jenazah tersebut ditemukan tim Polisi Maritim Malaysia sekitar pukul 14.00 waktu setempat dalam kondisi terapung di laut dekat wilayah Segari. Korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki.
Direktur Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan jasad para korban ditemukan sekitar 13 mil laut dari Pulau Talang.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
Korban diduga terbawa arus sejauh sekitar 10 mil laut dari titik awal kapal dilaporkan tenggelam.
“Dua kapal Polisi Maritim menemukan jenazah dalam kondisi terapung di wilayah perairan dekat Segari,” ujar Mohamad Shukri dalam konferensi pers di Dermaga Polisi Maritim Kampung Acheh, Lumut.
Dengan penemuan terbaru tersebut, total korban kapal tenggelam yang berhasil ditemukan kini mencapai 27 orang.
Sebanyak 23 orang sebelumnya berhasil diselamatkan pada hari pertama operasi SAR.
Namun, hingga kini masih ada 10 korban lain yang belum ditemukan.
Tim gabungan dari Polisi Maritim Malaysia dan Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) terus memperluas area pencarian hingga mencakup 151 mil laut persegi.
Berita Terkait
-
Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
-
Di Balik Layar Kaca: Ketika Nasionalisme Dibentuk oleh Film dan Emosi Massa
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan