- Dua pelaku menjambret ponsel milik warga Jerman bernama Robin di Jalan Lapangan Banteng Utara, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
- Aksi kriminalitas terjadi saat korban menunggu menyeberang jalan dan terekam kamera hingga viral di media sosial saat itu.
- Polsek Sawah Besar sedang memburu pelaku dengan melakukan olah TKP serta mengidentifikasi identitas melalui keterangan saksi dan rekaman.
Suara.com - Polsek Sawah Besar tengah memburu dua pelaku penjambretan yang menyasar seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman bernama Robin (25).
Korban dirampas ponselnya saat sedang menunggu untuk menyeberang jalan di depan Sekolah Santa Ursula, Jalan Lapangan Banteng Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan, mengonfirmasi bahwa aksi kriminalitas tersebut terjadi pada sore hari dan sempat terekam kamera hingga viral di media sosial.
"Waktu kejadian sekitar pukul 15.40 WIB," ujar Rahmat dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Insiden bermula ketika korban yang merupakan pemuda kelahiran 1999 tersebut berdiri di pinggir jalan. Sambil menunggu momen arus lalu lintas sepi untuk melintas, Robin menggunakan ponsel Samsung Galaxy S23 miliknya di lokasi tersebut.
"Di saat itulah, secara tiba-tiba datang dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor langsung menyambar ponsel dari tangan korban," jelas Rahmat.
Meski kehilangan barang berharganya, polisi memastikan korban tidak mengalami luka fisik dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Sawah Besar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang mengidentifikasi identitas pelaku melalui saksi serta rekaman di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah status Jakarta yang baru saja dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) oleh Global Residence Index.
Di sisi lain, kasus ini kembali menambah daftar panjang aksi kejahatan jalanan di Jakarta Pusat, setelah sebelumnya seorang petugas pemadam kebakaran juga menjadi korban pembegalan di wilayah yang sama.
Berita Terkait
-
Wamen Silmy Karim Diduga Terima Jatah Rutin Rp100 Juta Tiap Jumat, Ini Modusnya
-
Silmy Karim Diduga Terima Jatah Rp 100 Juta Tiap Jumat dari Pengurusan Izin WNA
-
Dugaan Kasus Pemerasan WNA, Wamen Imipas Silmy Karim Resmi Pakai Rompi Tahanan KPK
-
Fantastis! KPK Ungkap Nilai Pemerasan Wamen Silmy Karim Tembus Ratusan Miliar
-
Korupsi Massal! Selain Wamen Silmy Karim, KPK Tahan Plt Dirjen Imigrasi hingga Pejabat Kanwil Jabar
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan