- Lima turis asal Italia tewas saat melakukan ekspedisi menyelam di dalam gua bawah laut kawasan Vaavu Atoll, Maladewa.
- Seorang mahasiswi selamat setelah membatalkan penyelaman dan kini menjadi saksi kunci bagi penyelidikan pihak kepolisian Maladewa tersebut.
- Pakar menduga tragedi disebabkan oleh keracunan oksigen atau kepanikan saat berada di dalam gua pada kedalaman 50 meter.
Suara.com - Peristiwa tragis dialami oleh enam orang turis asal Italia saat berlibur di kawasan Vaavu Atoll, Maladewa.
Lima dari enam turis Italia itu seperti dilansir dari laporan NY Post tewas setelah melakukan ekspedisi scuba diving.
Satu-satunya orang yang selamat dari rombongan tersebut diketahui batal menyelam beberapa saat sebelum kelompoknya masuk ke gua bawah laut sedalam sekitar 160 kaki atau hampir 50 meter.
Korban selamat merupakan seorang mahasiswi dari University of Genoa.
Korban selamat dilaporkan sudah mengenakan perlengkapan menyelam, namun memutuskan tetap berada di atas kapal yacht ketika rombongan lain mulai turun ke dasar laut.
Media Italia melaporkan mahasiswi tersebut kini menjadi saksi kunci untuk membantu penyelidikan detik-detik terakhir sebelum kecelakaan maut itu terjadi.
Hingga kini, alasan dirinya membatalkan penyelaman belum diketahui secara pasti.
Lima korban yang meninggal dunia terdiri dari profesor biologi kelautan Monica Montefalcone dan putrinya, Giorgia Sommacal, yang baru berusia 20 tahun.
Tiga korban lain adalah Muriel Oddenino, Gianluca Benedetti, dan Federico Gualtieri.
Baca Juga: Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu
Seluruh korban dilaporkan tidak kembali ke permukaan setelah memasuki gua bawah laut dekat Pulau Alimatha.
Cuaca buruk sempat menghambat proses pencarian lanjutan pada Jumat.
Pihak kepolisian Maladewa kini masih menyelidiki penyebab pasti tragedi tersebut.
Sejumlah pakar menduga insiden dipicu keracunan oksigen atau kepanikan di bawah laut.
“Kemungkinan ada sesuatu yang bermasalah dengan tabung oksigen,” kata ahli paru-paru dari University Hospital of Verona, Claudio Micheletto, kepada media Italia Adnkronos.
Ia menjelaskan keracunan oksigen atau hyperoxia menjadi salah satu kondisi paling mematikan dalam aktivitas penyelaman.
Berita Terkait
-
Long Weekend Belum Usai, Coba Sensasi Jadi Pembalap F1 Mulai Rp35 Ribu
-
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Tren Rumah Liburan Eksklusif Kian Dilirik Kalangan Elite Indonesia
-
Liburan Seru di Roxy Square Jember: dari Rumah ke Kidz Creative Playground
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal
-
Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional
-
Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C
-
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026