News / Internasional
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:58 WIB
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Baca 10 detik
  • Indonesia dan sembilan negara mengecam serangan Israel terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

  • Para menteri luar negeri menuntut pembebasan segera bagi seluruh aktivis kemanusiaan yang ditahan.

  • Serangan militer Israel dinilai melanggar hukum internasional serta mengancam keselamatan navigasi sipil.

Suara.com - Koalisi diplomatik lintas benua yang dipelopori sepuluh negara kini resmi mendesak pertanggungjawaban hukum global atas agresi militer terbaru Israel. Langkah bersama ini diambil setelah armada sipil pembawa bantuan logistik untuk warga Palestina dicegat secara sepihak di perairan internasional.

Tindakan represif terhadap kapal Global Sumud Flotilla memicu gelombang perlawanan diplomatik baru dari berbagai menteri luar negeri dunia. Aliansi strategis ini dimotori oleh perwakilan resmi dari Turkiye, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.

Negara-negara tersebut tidak lagi sekadar menyesalkan kejadian, melainkan langsung membidik akar pelanggaran hak asasi yang terus berulang. Berdasarkan rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI, serangan konstan terhadap misi perdamaian membuktikan runtuhnya penghormatan terhadap hak navigasi laut bebas.

Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan obat-obatan dan logistik untuk rakyat Palestina di Gaza ditahan Israel. Di antaranya, terdapat 2 jurnalis Republika dan 9 Aktivis asal Indonesia.

"Kami mengecam berlanjutnya tindakan permusuhan yang menargetkan kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan. Serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," sebut pernyataan itu.

Kutipan kolektif tersebut menegaskan bahwa dunia internasional kini sedang menguji batasan hukum humaniter yang kerap diabaikan.

Fokus utama diplomasi saat ini bergeser pada jaminan keselamatan para sukarelawan yang masih terjebak di area konflik.

Blokade laut Israel memicu kecaman global setelah penangkapan ilegal ratusan relawan kemanusiaan di perairan Siprus. (Al Jazeera)

Para diplomat senior mengutuk keras penahanan sewenang-wenang terhadap delegasi masyarakat sipil yang mengawal bantuan pangan tersebut.

Mereka menuntut pemulihan hak-hak dasar serta pemulangan tanpa syarat bagi seluruh relawan yang diinterogasi militer.

Komunitas global juga diminta tidak menutup mata terhadap pola kekerasan sistematis yang terus menargetkan jalur pasokan bantuan.

Baca Juga: Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

Pendekatan hukum konkrit menjadi satu-satunya jalan untuk menghentikan status kebal hukum yang dinikmati pelaku agresi.

Tragedi ini menambah daftar panjang blokade ketat yang melumpuhkan wilayah Gaza dan memutus akses bantuan bagi jutaan warga.

Gerakan Global Sumud Flotilla merupakan manifestasi solidaritas global untuk menembus isolasi geografis yang memiskinkan masyarakat Palestina.

Respons militer yang tidak proporsional dari otoritas terkait kini memicu desakan reformasi penegakan keadilan di tingkat Dewan Keamanan PBB.

Langkah Indonesia dan sembilan negara ini menandai babak baru penolakan normalisasi kekerasan terhadap misi kemanusiaan sipil.

Load More