-
Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro, memberikan peringatan terkait masa depan kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2029.
-
Ia menilai hingga saat ini belum terlihat langkah reformasi politik yang terukur untuk menjamin lahirnya pemimpin dan anggota legislatif yang lebih berkualitas di masa depan.
-
Siti menyoroti belum adanya peta jalan yang jelas terkait tahapan pembenahan sistem politik di Indonesia.
Suara.com - Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro, memberikan peringatan terkait masa depan kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2029.
Ia menilai hingga saat ini belum terlihat langkah reformasi politik yang terukur untuk menjamin lahirnya pemimpin dan anggota legislatif yang lebih berkualitas di masa depan.
Siti menyoroti belum adanya peta jalan yang jelas terkait tahapan pembenahan sistem politik di Indonesia.
Menurutnya, publik belum mendapatkan gambaran pasti mengenai agenda reformasi politik, padahal tahapan Pemilu Legislatif diperkirakan mulai berjalan kembali pada pertengahan 2026 atau awal 2027.
“Sampai saat ini seperti itu keadaannya, karena belum ada yang dipertontonkan secara gamblang di publik luas ini bahwa katakan jadwal yang terbaca secara pasti untuk reformasi,” ujar Siti dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (19/5/2026).
Minta Semua Partai Politik Berbenah
Siti menegaskan bahwa tanggung jawab pembenahan sistem politik nasional tidak boleh hanya dibebankan kepada satu partai penguasa saja, termasuk Gerindra.
Ia meminta seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPR RI mulai melakukan pembenahan secara serius dan terstruktur.
Menurutnya, partai politik merupakan entitas independen yang memiliki tanggung jawab langsung kepada konstituen, bukan sekadar organisasi yang menunggu arahan politik.
Baca Juga: Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
“Partai-partai tidak bisa saling mengatakan nunggu perintah. Partai itu entitas independen, punya konstituen. Fungsi representasi mewakili rakyat itu harus menonjol ketika ada di DPR,” tegasnya.
Soroti Tantangan Visi Besar Prabowo
Terkait kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Siti melihat adanya visi besar untuk membawa Indonesia melakukan perubahan secara akseleratif dan meninggalkan pola lama.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana visi tersebut diterjemahkan menjadi langkah konkret agar masyarakat benar-benar merasakan Indonesia sedang bergerak menuju kemajuan.
Ia juga menyoroti persepsi publik yang menilai kelompok elite politik kerap menjadi faktor penghambat perubahan.
“Jangan sampai publik membaca bahwa elit aktor kita selalu menghambat kehendak untuk maju menuju Indonesia 2045. Kita ingin mempertontonkan bahwa kita bangsa yang berhasil membangun peradaban,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya