-
Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro, memberikan peringatan terkait masa depan kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2029.
-
Ia menilai hingga saat ini belum terlihat langkah reformasi politik yang terukur untuk menjamin lahirnya pemimpin dan anggota legislatif yang lebih berkualitas di masa depan.
-
Siti menyoroti belum adanya peta jalan yang jelas terkait tahapan pembenahan sistem politik di Indonesia.
Ingatkan Fungsi Legislasi DPR
Lebih lanjut, Siti menagih peran DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi secara konstruktif.
Ia mengingatkan bahwa proses pembentukan undang-undang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau eksekutif, tetapi juga membutuhkan peran aktif legislatif sebagai mitra sekaligus pengawas.
Menurutnya, fungsi berbicara di parlemen harus diwujudkan dalam kerja nyata melalui pengawasan, legislasi, dan penganggaran yang kuat.
“Eksekutif itu mengeksekusi, bukan omon-omon. Parlemen memang tempatnya berbicara, tapi bicaranya harus dalam kerangka fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran yang kuat. Ini yang kita tunggu,” ungkapnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta