-
Sembilan relawan kemanusiaan Indonesia berhasil dibebaskan dari penahanan militer Israel lewat diplomasi intensif.
-
Proses evakuasi para WNI menuju tanah air berjalan lancar berkat dukungan penuh Pemerintah Turki.
-
Indonesia mengecam keras perlakuan tidak manusiawi militer Israel yang melanggar hukum humaniter internasional.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi," tegas Sugiono.
Sikap tegas Indonesia ini sekaligus menggalang opini dunia untuk menolak normalisasi kekerasan di wilayah konflik.
Pemerintah menyerukan investigasi menyeluruh atas insiden yang mencederai nilai-nilai universal tersebut.
Kini, fokus utama pemerintah adalah memulihkan trauma yang dialami oleh para delegasi kemanusiaan tersebut.
Setibanya di Indonesia, mereka akan langsung mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang komprehensif.
Peristiwa ini bermula saat rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 bergerak membawa bantuan logistik darurat.
Rombongan yang berisi tenaga medis serta jurnalis tersebut berniat menembus blokade demi menyalurkan obat-obatan ke Gaza.
Namun, pada 18 hingga 19 Mei 2026, armada kemanusiaan sipil ini dicegat secara paksa oleh pasukan Israel.
Insiden penangkapan yang memicu kecaman global tersebut terjadi di wilayah perairan bebas internasional dekat Siprus.
Baca Juga: PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung