- Saiful Mujani menyatakan pemilu merupakan penentu utama legitimasi negara dalam sistem demokrasi di Indonesia sejak era Reformasi.
- Pemilu 2024 dinilai cacat karena terdapat pelanggaran etik dan konstitusional yang mencederai integritas serta kualitas demokrasi nasional.
- Masyarakat didorong mengawasi ketat keterlibatan aparat dalam Pemilu 2029 demi menjaga independensi serta mencegah praktik mobilisasi politik.
Berbagai program pemerintah yang melibatkan struktur negara perlu diawasi ketat agar tidak berubah menjadi instrumen politik praktis. Jika praktik tersebut terus berlangsung, Saiful memperingatkan legitimasi Pemilu 2029 juga berpotensi dipersoalkan.
"Sekarang proses itu sedang berlangsung, sekarang ini untuk 2029 dan itu harus dihentikan. Artinya hentikan MBG, hentikan koperasi Merah Putih, hentikan program batalyon teritorial pembangunan karena itu intinya adalah mobilisasi massa oleh aparat negara dengan uang negara untuk tujuan politik partisan," tegasnya.
Sebagai langkah menghadapi situasi tersebut, Saiful mendorong gerakan masyarakat sipil untuk mengawal proses demokrasi.
Termasuk pengawasan terhadap pemilihan anggota KPU dan Bawaslu. Ia menilai tekanan publik diperlukan agar penyelenggaraan pemilu tetap independen dan kredibel.
Saiful bahkan menyerukan opsi boikot apabila pemilu dinilai tidak mampu menjamin prinsip keadilan dan integritas. Menurut dia, kampanye kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilu yang bersih harus mulai dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
"Jadi jalannya bagaimana? Jalannya ya tadi, mensosialisasikan kepada masyarakat biar masyarakat memboikot pemilu kalau itu tidak menjamin pemilunya akan bersih," tandasnya.
Berita Terkait
-
'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus