News / Internasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB
Euforia kemenangan PSG di final Liga Chamipons 2025/2026 berubah menjadi malam penuh kekacauan di sejumlah kota di Prancis. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Perayaan kemenangan PSG di Liga Champions 2025/2026 di Prancis memicu kerusuhan massal, vandalisme, dan kekerasan di berbagai lokasi.
  • Seorang pria berusia 24 tahun tewas dalam kecelakaan motor di Paris saat berlangsungnya perayaan kemenangan tersebut pada Minggu.
  • Aparat keamanan menangkap 780 orang serta mencatat ratusan korban luka, termasuk puluhan polisi akibat berbagai aksi kriminalitas.

Di Paris, massa sempat memenuhi jalan lingkar kota hingga menyebabkan lalu lintas lumpuh.

Beberapa kelompok juga mencoba menerobos masuk ke area stadion Parc des Princes saat laga final masih berlangsung.

Aksi perusakan turut terjadi di sejumlah wilayah. Kendaraan dibakar, toko-toko dijarah, dan beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan.

Polisi bahkan menyita ratusan mortir kembang api, obor suporter, serta botol berisi campuran bahan kimia yang berpotensi menimbulkan ledakan.

Kejaksaan Paris seperti dilansir dari TFI mengungkapkan bahwa 277 orang ditahan selama malam perayaan tersebut. Dari jumlah itu, 195 merupakan orang dewasa dan 82 lainnya masih di bawah umur.

Sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan penyerangan terhadap aparat, perusakan properti, pencurian, kepemilikan senjata ilegal, hingga keterlibatan dalam kelompok yang diduga berniat melakukan tindak kriminal.

Kerusuhan ini memicu kecaman dari sejumlah politisi Prancis.

Anggota parlemen dari partai sayap kanan, Laurent Jacobelli, menyebut kerusuhan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai republik.

"Peristiwa seperti ini tidak pantas bagi Republik Prancis," ujarnya.

Baca Juga: Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini

Sementara itu, politisi sosialis Jerome Guedj menyesalkan ulah kelompok perusuh yang merusak momen bersejarah PSG.

"Kita seharusnya merayakan kemenangan PSG, tetapi perhatian justru teralihkan oleh orang-orang yang datang hanya untuk merusak pesta," katanya.

Load More