News / Internasional
Senin, 01 Juni 2026 | 09:19 WIB
ilustrasi pelecehan seksual (freepik)
Baca 10 detik
  • Dewan Biksu Chapter Malwatte mencopot seluruh jabatan Ven. Hemarathana pada 30 Mei 2026 akibat tersangkut skandal hukum besar.
  • Polisi menangkap Hemarathana di Colombo pada 9 Mei atas dugaan tindak pidana yang melibatkan seorang anak korban.
  • Pengadilan melarang Hemarathana bepergian ke luar negeri sementara proses hukum terhadap dirinya dan ibu korban masih berlangsung.

Suara.com - Otoritas Sri Lanka menangkap biksu senior Pallegama Hemarathana atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 11 tahun di sebuah kuil Buddha pada 2022.

Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar yang menyeret tokoh agama Buddha di Sri Lanka.

Sebagai respons atas kasus tersebut, Dewan Biksu Chapter Malwatte mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh jabatan dan tanggung jawab Hemarathana.

Keputusan itu diumumkan pada Sabtu (30/5/2026), sembari menunggu proses hukum yang masih berlangsung.

"Dewan Biksu Chapter Malwatte hari ini memutuskan untuk menangguhkan Ven. Hemarathana hingga proses hukum terhadap dirinya selesai," demikian bunyi pernyataan resmi para pemimpin agama Buddha Sri Lanka seperti dilansir dari Aljazeera.

Ilustrasi biksu (Pixabay/pexels)

Hemarathana yang berusia 71 tahun diketahui menjabat sebagai kepala pengurus pohon suci Jaya Sri Maha Bodhi di Anuradhapura, salah satu situs keagamaan paling penting bagi umat Buddha.

Pohon tersebut diyakini berasal dari bibit pohon Bodhi yang menaungi Buddha saat mencapai pencerahan.

Polisi menangkap Hemarathana pada 9 Mei ketika ia sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Colombo.

Dalam penyelidikan yang sama, aparat juga menangkap ibu korban dengan tuduhan membantu dan mendukung tindakan yang dituduhkan kepada sang biksu.

Baca Juga: Variety Show Dokbak Tour 5 Tayang Juni, Sri Lanka Jadi Destinasi Perdana

Meski telah mendapatkan pembebasan dengan jaminan, pengadilan melarang Hemarathana bepergian ke luar negeri hingga proses hukum selesai.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan persidangan.

Kuil Jaya Sri Maha Bodhi setiap hari dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai wilayah Sri Lanka maupun luar negeri.

Karena statusnya yang sangat dihormati, kasus yang melibatkan Hemarathana langsung menarik perhatian luas masyarakat.

Penangguhan jabatan Hemarathana terjadi bertepatan dengan perayaan Vesak, hari suci umat Buddha yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha. Momentum tersebut membuat kasus ini semakin menjadi sorotan publik.

Meski sebelumnya pernah muncul kasus pelecehan anak yang melibatkan rohaniwan di Sri Lanka, Hemarathana disebut sebagai biksu paling senior yang pernah menghadapi tuduhan seberat ini.

Kasus tersebut memicu kembali perdebatan mengenai akuntabilitas tokoh agama dan perlindungan anak di lingkungan keagamaan.

Hingga kini, proses hukum terhadap Pallegama Hemarathana masih terus berjalan.

Load More