News / Internasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB
Sebuah kuil Buddha di Korea Selatan mencuri perhatian dunia setelah melibatkan robot dalam ritual keagamaan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Robot Gabi mengikuti upacara inisiasi biksu di Seoul, Korea Selatan, sebagai partisipasi robot pertama dalam ritual sugye.
  • Unitree Robotics menciptakan robot setinggi 120 sentimeter tersebut untuk mengucapkan sumpah pengabdian kepada ajaran Buddha secara modifikasi.
  • Gabi dijadwalkan tampil kembali pada festival lentera Yeondeunghoe akhir bulan ini setelah menjalani ritual penyucian secara simbolis.

Suara.com - Sebuah kuil Buddha di Korea Selatan mencuri perhatian dunia setelah melibatkan robot dalam ritual keagamaan.

Robot bernama Gabi resmi mengikuti upacara inisiasi biksu Buddha di pusat kota Seoul.

Robot setinggi sekitar 120 sentimeter itu tampil mengenakan jubah biksu layaknya peserta lain dalam prosesi yang dipenuhi lentera warna-warni.

Kehadiran Gabi langsung menjadi sorotan karena menjadi robot pertama yang ikut dalam ritual sugye, tradisi pengucapan sumpah pengabdian kepada Buddha dan ajarannya.

Nama Gabi sendiri diambil dari istilah Buddhis yang berarti belas kasih.

Robot tersebut dibuat oleh Unitree Robotics, perusahaan robotika asal China, menggunakan model robot G1 yang dijual mulai dari 13.500 dolar AS atau setara Rp234,9 juta.

Sebuah kuil Buddha di Korea Selatan mencuri perhatian dunia setelah melibatkan robot dalam ritual keagamaan. [Istimewa]

Dilansir dari Smithsonian Magazine, dalam upacara tersebut, Gabi mengucapkan lima sumpah yang biasanya dibacakan para biksu manusia.

Namun isi sumpahnya sedikit dimodifikasi agar sesuai dengan identitas robot.

Gabi berjanji menghormati kehidupan, hidup damai dengan robot lain dan benda di sekitarnya, mendengarkan manusia, tidak bertindak menipu, serta menghemat energi.

Baca Juga: Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026

“Robot ditakdirkan untuk berkolaborasi dengan manusia di setiap bidang di masa depan,” kata Hong Min-suk dari Jogye Order.

“Ikut sertanya robot dalam festival kami adalah sesuatu yang alami,” lanjutnya.

Selain mengucapkan sumpah, Gabi juga mengikuti ritual penyucian yeonbi yang telah dimodifikasi.

Jika biksu manusia biasanya menerima bekas bakaran dupa di lengan, Gabi hanya diberi stiker festival lentera teratai dan gelang tasbih doa.

Gabi dijadwalkan kembali tampil akhir bulan ini dalam festival lentera Yeondeunghoe, perayaan kelahiran Buddha yang telah masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Fenomena penggunaan robot dalam praktik agama sebenarnya bukan hal sepenuhnya baru.

Load More