News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menepis kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Pemerintah mengeklaim kunjungan tersebut menghasilkan capaian nyata seperti masuknya Indonesia ke BRICS, investasi besar, serta kemitraan pertahanan global.
  • Hasil diplomasi lainnya mencakup tarif nol persen di Uni Eropa, dukungan konkret untuk Palestina, serta pembebasan sembilan WNI di Israel.

Suara.com - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menepis anggapan lawatan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan misi diplomatik, hanya untuk seremonial dan gagah-gagahan.

Bantahan itu disampaikan Teddy merespons masukan dan kritik dari Dino Patti Djalal mengenai frekuensi kunjungan ke luar negeri Prabowo sebagai kepala negara yang dinilai terlalu sering.

"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," kata Teddy dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy memaparkan sejumlah capaian yang dihasilkan lewat kunjungan Prabowo ke luar negeri dalam 1,5 tahun, semenjak menjabat sebagai Presiden RI.

"Yang pertama, Indonesia masuk BRICS. Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," kata Teddy

Capaian berikutnya adalah penerapan tarif nol di Uni Eropa. Teddy mengatakan capaian itu terwujud di era pemerintahan Prabowo, kendati perjanjian telah diurus selama belasan tahun.

"Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," kata Teddy.

Ketiga, disampaikan Teddy, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun sekitar Rp 2.430 triliun. Teddy menegaskan angka total investasi yang masuk bersumber dari Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM).

"Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," kata Teddy.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Keempat, Teddy menjelaskan mengenai alat pertahanan yang kuat kini dimiliki Indonesia. Ia berujar alat pertahanan tersebut berasal dari banyak negara.

"Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara," ujar Teddy.

Kelima, Teddy mengatakan bahwa program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun 2026 lancar. Teddy berujar nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.

"Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saud dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," kata Teddy.

Keenam, Teddy menegaskan peran aktif Prabowo untuk Palestina. Ia mengatakan Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.

"Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," kwta Teddy.

Load More