- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menepis kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 1 Juni 2026.
- Pemerintah mengeklaim kunjungan tersebut menghasilkan capaian nyata seperti masuknya Indonesia ke BRICS, investasi besar, serta kemitraan pertahanan global.
- Hasil diplomasi lainnya mencakup tarif nol persen di Uni Eropa, dukungan konkret untuk Palestina, serta pembebasan sembilan WNI di Israel.
Selain mengirimkan bantuan logistik, Teddy menyebutkan upaya bantuan dalam bentukain yang telah dilakukan Indonesia untuk Palestina.
"Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya," kata Teddy.
Teddy kemudian mengingatkan mengenai 9 warga negara Indonesia (WNI), relawan Global Sumud Flotilla yang sempar ditangkap militer Israel, berhasil bebas.
Menurutnya hal tersebut tidak terlepas dari diplomasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri Sugiono.
"Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas, dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup," kata Teddy.
Teddy menjelaskan diplomasi yang telah dilakukan Prabowo melalui berbagai cara. Adapaun hasilnya, ditegaskan Teddy, tidak semuanya dipublikasikan.
"Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan, karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Itu yang kita utamakan," kata Teddy.
Terakhir, Teddy menjawab masukan agar Prabowo memanfaatkan forum internasional untuk sekaligus bertemu dengan sejumlah pemimpin negara yang turut hadir.
Teddy mentatakan pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event, ditentukan langsung Prabowo dan juga saran dari Menteri Luar Negeri Sugiono.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
"Dan beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," ujar Teddy.
"Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya," kata Teddy.
Mengakhiri pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa pemerintah menerima segala masukan. Tetapi demikian, Teddy mengingatkan agar tidak ada pengaburan fakta.
"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," kata Teddy.
Berita Terkait
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi