News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menepis kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Pemerintah mengeklaim kunjungan tersebut menghasilkan capaian nyata seperti masuknya Indonesia ke BRICS, investasi besar, serta kemitraan pertahanan global.
  • Hasil diplomasi lainnya mencakup tarif nol persen di Uni Eropa, dukungan konkret untuk Palestina, serta pembebasan sembilan WNI di Israel.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengawali kunjungan resmi kenegaraannya di Prancis dengan menghadiri upacara penyambutan kenegaraan yang berlangsung khidmat dan megah di Les Invalides, Paris, pada Kamis (28/5/2026). (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan RI)

Selain mengirimkan bantuan logistik, Teddy menyebutkan upaya bantuan dalam bentukain yang telah dilakukan Indonesia untuk Palestina.

"Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya," kata Teddy.

Teddy kemudian mengingatkan mengenai 9 warga negara Indonesia (WNI), relawan Global Sumud Flotilla yang sempar ditangkap militer Israel, berhasil bebas.

Menurutnya hal tersebut tidak terlepas dari diplomasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas, dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup," kata Teddy.

Teddy menjelaskan diplomasi yang telah dilakukan Prabowo melalui berbagai cara. Adapaun hasilnya, ditegaskan Teddy, tidak semuanya dipublikasikan.

"Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan, karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya. Itu yang kita utamakan," kata Teddy.

Terakhir, Teddy menjawab masukan agar Prabowo memanfaatkan forum internasional untuk sekaligus bertemu dengan sejumlah pemimpin negara yang turut hadir.

Teddy mentatakan pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event, ditentukan langsung Prabowo dan juga saran dari Menteri Luar Negeri Sugiono.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

"Dan beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," ujar Teddy.

"Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya," kata Teddy.

Mengakhiri pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa pemerintah menerima segala masukan. Tetapi demikian, Teddy mengingatkan agar tidak ada pengaburan fakta.

"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," kata Teddy.

Load More