Entertainment / Film
Senin, 23 Februari 2026 | 19:23 WIB
Potongan adegan film pendek Hari yang Kita Tunggu. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Film pendek berjudul Hari Yang Kita Tunggu diluncurkan sebagai pembuka Imlek Festival 2026, perayaan Imlek nasional pertama di Indonesia.
  • Karya kolaborasi MCM dan Creative Goods ini bertujuan menyoroti delapan nilai tradisi Tionghoa Indonesia bagi generasi muda.
  • Film dapat ditonton di YouTube Imlek Festival, menandai dimulainya festival berlangsung dari 22 Februari hingga 3 Maret 2026.

Suara.com - Sebuah sejarah baru tengah diukir dalam kalender budaya Indonesia.

Menyambut gelaran Imlek Festival 2026, yang menjadi perayaan Imlek berskala nasional pertama dan terbesar di Tanah Air, sebuah karya audio visual penuh makna resmi diluncurkan.

Bertajuk Hari Yang Kita Tunggu, film pendek berdurasi 14 menit ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Merah Cipta Media (MCM) dan rumah produksi Creative Goods Inc.

Bukan sekadar tontonan, film ini membawa misi besar: memulangkan kembali nilai-nilai luhur yang mulai pudar di tengah hiruk-pikuk modernitas.

Lahirnya film ini diprakarsai oleh Antonny Liem, Founding Partner of GDP Venture sekaligus CEO MCM, yang bertindak sebagai Produser Eksekutif.

Antonny mengaku film ini adalah respons atas kegelisahannya melihat fenomena generasi muda (Gen Z) yang mulai memandang Imlek hanya sebatas seremonial atau bagi-bagi angpao semata.

"Banyak anak muda sekarang bersikap acuh terhadap filosofi budaya leluhur. Lewat film ini, kami ingin menyoroti delapan nilai tradisi Tionghoa Indonesia yang wajib dijaga. Kami ingin Hari Yang Kita Tunggu menjadi jembatan antar-generasi," kata Antonny.

Keunikan film ini justru terletak pada semangat kebinekaan di balik layar. Meski mengangkat budaya Tionghoa yang sangat kental, kursi sutradara justru dipercayakan kepada George Timothy Nainggolan, seorang sineas muda berdarah Batak.

Baca Juga: Sambut Tahun Kuda Api, Pameran Seni Eksklusif Kenji Chai Hadir di Jakarta Premium Outlets

George mengaku tidak merasa asing dengan tema ini. "Sejak kecil saya tumbuh dikelilingi teman-teman Tionghoa dan sering ikut merayakan Imlek. Saat diminta menyutradarai film ini, saya merasa sangat dekat dengan budayanya," ujar George.

Melalui riset mendalam bersama produser, George berhasil mengemas tradisi tersebut menjadi cerita yang menyentuh.

Potongan adegan film pendek Hari yang Kita Tunggu. [YouTube]

"Harapan saya, Gen Z bisa kembali ke rumah, kembali ke keluarga, dan melanjutkan nilai budaya dari mana mereka berasal," imbuhnya.

Film ini semakin istimewa dengan hadirnya dua sosok penting di pemerintahan sebagai cameo, yakni Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan.

Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh negara terhadap pelestarian budaya nasional.

Sederet talenta berbakat lintas generasi juga turut menghidupkan cerita ini, mulai dari Maya Hasan, Elkie Kwee, Lukas Will, hingga Calvin Jeremy dan Greta Iren.

Momen paling menyentuh dalam film ini muncul di bagian penutup.

Melalui pesan bertajuk "Harmoni Imlek Nusantara", Wamen Irene Umar dan Veronica Tan memberikan sambutan yang sangat relevan dengan kondisi tahun ini, di mana perayaan Imlek bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus merawat toleransi dan hidup berdampingan dalam indahnya keberagaman.

Bagi Anda yang ingin merasakan kehangatan pesan dalam film ini, Hari Yang Kita Tunggu sudah dapat disaksikan secara resmi melalui kanal YouTube Imlek Festival.

Penayangan film ini juga menjadi pembuka dari rangkaian kemeriahan Imlek Festival 2026 yang akan berlangsung mulai 22 Februari hingga 3 Maret 2026. 

Load More