- Kebakaran akibat korsleting listrik melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat pada Senin malam, 1 Juni 2026.
- Peristiwa tersebut berdampak pada 304 bangunan serta 679 jiwa yang terdiri dari berbagai kelompok usia dan kondisi rentan.
- Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, serta layanan pemulihan dokumen penting bagi para korban.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut bahwa kebakaran di area pemukiman Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin malam (1/6/2026) disebabkan korsleting listrik.
"Yang harus pertama kali dijaga adalah listrik karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena konsleting listrik," ujar Rano kepada wartawan di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen," katanya menambahkan.
Rano Karno memaparkan rekapitulasi sementara terdapat 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.
Terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 53
anak usia SD, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.
Ia menyatakan Pemprov DKI telah menyiapkan posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologi untuk anak-anak.
Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan perlengkapan tidur.
"Sekali lagi, mudah-mudahan kejadian ini terakhir, agar masyarakat juga menjaga lingkungannya. Kalau ini selalu terjadi, pasti akan rugi bagi kita semua," ungkapnya.
Terkait relokasi, Rano Karno menyatakan pemrov selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa tinggal di rumah susun jauh lebih layak.
Baca Juga: Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
Namun, ia mengatakan masyarakat yang menjadi korban kebakaran sudah merasa tempat lahirnya adalah di lokasi itu.
Rano menuturkan bagi warga yang dokumen pentingya hangus terbakar hingga membutuhkan pelayanan psikologis, bisa segera melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKl Jakarta.
"Artinya segera melapor kalau memang belum ada yang menemukan, segera melapor kepada dinas terkait agar semua dokumen disiapkan," katanya.
Terkait penyembuhan trauma bagi korban kebakaran, telah tersedia posko pelayanan psikologis bagi anak-anak dari Dinas Sosial DKI Jakarta.
Bagu ibu hamil, Rano mengatakan penanganan trauma jauh lebih mudah karena terdapat 2 ibu hamil yang menjadi korban kebakaran.
"Cuma ada dua orang. Jadi dalam arti kata jauh lebih mudah dan juga kehamilannya tidak membutuhkan perawatan khusus. Tapi kalau memang harus ke rumah sakit, Dinas Kesehatan kita ada di sini semua," jelasnya.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Berita Terkait
-
Pelipur Lara! Gubernur Pramono Kurban Sapi 1,1 Ton untuk Korban Kebakaran Tamansari
-
Rano Karno Beri Sapi Kurban ke RT Viral yang Punya Pengamanan Canggih di Gandaria
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu
-
Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut