News / Metropolitan
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, tiba di tenda pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang (2/6/2026). (Suara.com/Cornelius Prawira)
Baca 10 detik
  • Kebakaran akibat korsleting listrik melanda permukiman di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat pada Senin malam, 1 Juni 2026.
  • Peristiwa tersebut berdampak pada 304 bangunan serta 679 jiwa yang terdiri dari berbagai kelompok usia dan kondisi rentan.
  • Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, serta layanan pemulihan dokumen penting bagi para korban.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut bahwa kebakaran di area pemukiman Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin malam (1/6/2026) disebabkan korsleting listrik.

"Yang harus pertama kali dijaga adalah listrik karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena konsleting listrik," ujar Rano kepada wartawan di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen," katanya menambahkan.

Rano Karno memaparkan rekapitulasi sementara terdapat 304 bangunan, 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.

Terdiri dari 326 laki-laki, 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 53
anak usia SD, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Ia menyatakan Pemprov DKI telah menyiapkan posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologi untuk anak-anak.

Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan perlengkapan tidur.

"Sekali lagi, mudah-mudahan kejadian ini terakhir, agar masyarakat juga menjaga lingkungannya. Kalau ini selalu terjadi, pasti akan rugi bagi kita semua," ungkapnya.

Terkait relokasi, Rano Karno menyatakan pemrov selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa tinggal di rumah susun jauh lebih layak.

Baca Juga: Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Namun, ia mengatakan masyarakat yang menjadi korban kebakaran sudah merasa tempat lahirnya adalah di lokasi itu.

Warga mencari barang di rumahnya yang telah terbakar di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)

Rano menuturkan bagi warga yang dokumen pentingya hangus terbakar hingga membutuhkan pelayanan psikologis, bisa segera melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKl Jakarta.

"Artinya segera melapor kalau memang belum ada yang menemukan, segera melapor kepada dinas terkait agar semua dokumen disiapkan," katanya.

Terkait penyembuhan trauma bagi korban kebakaran, telah tersedia posko pelayanan psikologis bagi anak-anak dari Dinas Sosial DKI Jakarta.

Bagu ibu hamil, Rano mengatakan penanganan trauma jauh lebih mudah karena terdapat 2 ibu hamil yang menjadi korban kebakaran.

"Cuma ada dua orang. Jadi dalam arti kata jauh lebih mudah dan juga kehamilannya tidak membutuhkan perawatan khusus. Tapi kalau memang harus ke rumah sakit, Dinas Kesehatan kita ada di sini semua," jelasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Load More