Suara.com - Armada latih militer Taiwan kembali memakan korban jiwa menyusul insiden maut dalam latihan kedaruratan. Dua penerbang senior dilaporkan gugur setelah pesawat yang mereka awaki jatuh di area pangkalan udara.
Investigasi mendalam kini berfokus pada keandalan operasional alutsista yang telah berusia lanjut tersebut. Tragedi ini langsung memicu gelombang desakan publik terkait urgensi peremajaan pesawat latih komando udara.
Dikutip dari CNA, Kementerian Pertahanan Taiwan mengonfirmasi armada jenis T-34 itu hancur saat melakukan simulasi mati mesin. Kegagalan fungsi ini diduga kuat menjadi pemicu utama jatuhnya burung besi itu.
Peristiwa nahas tersebut dilaporkan terjadi tepat pada pukul 08.08 waktu setempat. Lokasi jatuhnya pesawat berada di ujung utara landasan pacu Pangkalan Udara Gangshan, Kaohsiung.
Respons cepat langsung diambil oleh jajaran petinggi militer pasca insiden mengerikan itu. Angkatan Udara Taiwan kini telah membentuk tim investigasi khusus untuk membongkar penyebab runtuhnya pesawat.
Evaluasi Kelayakan Alutsista Udara
Dua korban yang gugur dalam tugas ini diidentifikasi sebagai perwira menengah berpengalaman. Otoritas militer merilis identitas mereka berdasarkan pangkat dan nama keluarga, yakni Letnan Kolonel Lu dan Letnan Kolonel Guo.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas kehilangan besar ini. Beliau menegaskan bahwa dedikasi kedua perwira tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh negara.
Dalam pernyataan resminya, Presiden Lai Ching-te mengaku "sangat berduka" atas hilangnya nyawa tersebut, menggambarkan para pilot sebagai "pahlawan" dan berterima kasih atas "pengorbanan dan dedikasi" mereka kepada Taiwan.
Baca Juga: Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
Meskipun desakan informasi sangat tinggi, pihak militer memilih untuk membatasi ruang bicara publik. Juru bicara Angkatan Udara menolak memberikan rincian lebih lanjut saat dihubungi oleh media AFP.
Berdasarkan data resmi, Angkatan Udara Taiwan mengandalkan pesawat baling-baling mesin tunggal Beechcraft sebagai sarana pelatihan utama. Jenis armada inilah yang digunakan untuk mencetak para penerbang tempur baru.
Rekam Jejak Armada Penerbangan Taiwan
Catatan kelayakan menunjukkan bahwa jet latih jenis ini pertama kali mendarat di Taiwan pada tahun 1984. Usia pakai yang menyentuh angka empat dekade memicu kekhawatiran serius dari para pengamat militer.
Kondisi ini menambah daftar panjang awan hitam yang menyelimuti kekuatan udara pertahanan Taiwan dalam beberapa bulan terakhir. Keamanan prosedur latihan udara kini berada di bawah sorotan tajam publik internasional.
Pada bulan Januari lalu, sebuah jet tempur F-16 juga dilaporkan jatuh ke laut di wilayah timur Taiwan. Insiden tersebut terjadi saat pilot tengah menjalankan misi pelatihan rutin yang dijadwalkan.
Penerbang F-16 itu diyakini sempat melontarkan diri keluar dari kokpit sebelum pesawat menghantam air. Kendati demikian, hingga detik ini jasad sang pilot masih belum berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.
Rentetan insiden maut ini memperkuat sinyal bahwa modernisasi sistem pengamanan jet militer bersifat krusial. Taiwan kini menghadapi tantangan ganda antara menjaga kesiapan tempur dan keselamatan awak udara mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%
-
Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu
-
Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia
-
38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi
-
Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka