- Duta Besar Lebanon untuk PBB melaporkan bahwa Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak April lalu.
- Operasi militer Israel di Lebanon selatan telah menghancurkan infrastruktur sipil serta menewaskan lebih dari 3.400 orang penduduk setempat.
- Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa tindakan Israel melanggar hukum internasional dan menghambat upaya pemulihan kedaulatan negara secara damai.
Suara.com - Rezim Zionis Israel terus melancarkan operasi militer di Lebanon meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon menilai tindakan tersebut justru menghambat upaya pemulihan kedaulatan negara dan melanggar hukum internasional.
Fakta itu disampaikan Duta Besar Lebanon untuk PBB, Ahmad Arafa, dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas situasi keamanan di kawasan tersebut.
Lebanon: Israel Langgar Gencatan Senjata
Arafa menegaskan pemerintah Lebanon telah mematuhi kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
"Lebanon telah mematuhi gencatan senjata secara penuh dan menyeluruh," kata Arafa dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (1/6).
Namun, menurutnya, Israel justru terus melakukan pelanggaran yang berdampak luas terhadap warga sipil dan infrastruktur negara.
Ia menuding militer Israel menjalankan kampanye penghancuran yang menyasar desa, kota, hingga kawasan permukiman.
"Israel juga secara sengaja menyerang tenaga medis, rumah sakit (RS), jurnalis, sekolah, infrastruktur, lembaga keamanan, pasukan UNIFIL, tempat ibadah, situs arkeologi yang ditetapkan sebagai warisan dunia, serta banyak target lain yang mencerminkan memori kolektif dan identitas peradaban Lebanon," ujar Arafa.
Tolak Klaim Bela Diri Israel
Baca Juga: Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon
Arafa menolak narasi yang kerap digunakan Israel untuk membenarkan operasi militernya di Lebanon.
Menurutnya, dalih pembelaan diri tidak dapat menghapus kewajiban Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional.
"Meskipun Israel kerap menggambarkan tindakannya sebagai bentuk pembelaan diri, klaim tersebut tidak membebaskannya dari kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional, terutama yang berkaitan dengan prinsip proporsionalitas, pembedaan, dan kehati-hatian tindakan," kata Arafa.
Ia juga menilai upaya pembentukan zona keamanan dan perubahan garis geografis di wilayah Lebanon selatan merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Soroti Impunitas Israel
Arafa menilai pelanggaran yang terus berulang terjadi karena kurangnya akuntabilitas terhadap Israel di tingkat internasional.
Berita Terkait
-
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
-
Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!
-
Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo