Suara.com - Akun Instagram resmi milik pejabat tinggi Pasukan Antariksa Amerika Serikat (US Space Force) berhasil dibobol oleh peretas pro-Iran. Isu ini mengungkap rapuhnya pertahanan digital personal milik elite militer Pentagon di tengah eskalasi konflik global.
Peretas memanfaatkan celah tersebut untuk menyebarkan video propaganda anti-AS yang menyerukan tentara Amerika segera mundur. Penyusupan digital ini membuktikan bahwa medan laga modern kini tidak lagi terbatas pada persenjataan fisik di garis depan.
Dikutip dari CNN, kejadian yang berlangsung pada hari Minggu tersebut langsung memicu alarm bahaya di internal komando militer Washington. Pihak Space Force segera melakukan tindakan darurat guna mengisolasi dampak dari kebocoran akun tersebut.
Chief Master Sgt. John Bentivegna, yang merupakan bintara tinggi di lingkungan Space Force, langsung memperingatkan jajarannya secara terbuka.
"Kami sedang bekerja dengan tim terkait untuk mendapatkan kembali akses dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," kata Bentivegna.
Pihak berwenang Space Force telah mengonfirmasi insiden pembobolan tersebut ke publik. Namun, mereka menolak memberikan rincian teknis mengenai durasi peretasan maupun aktor intelektual di balik serangan siber ini.
Salah satu materi propaganda yang diunggah peretas menggunakan rekaman suara dari "Hanoi Hannah", propagandis terkenal era Perang Vietnam. Video itu menampilkan visual mendiang pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, yang tewas pada awal perang AS-Israel-Iran.
Penargetan terhadap Space Force dinilai strategis karena peran vitalnya dalam operasi militer Amerika Serikat. Pasukan antariksa ini menjadi ujung tombak teknologi dalam melumpuhkan sistem pertahanan musuh di Timur Tengah.
Jenderal Dan Caine selaku Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya memuji efektivitas pasukan ini. Space Force terbukti sukses menggunakan efek non-kinetik untuk mengacaukan pertahanan Iran sejak pengeboman dimulai pada 28 Februari.
Baca Juga: Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
Kendati demikian, keberhasilan di medan tempur digital berbanding terbalik dengan perlindungan privasi personel mereka. Para pemimpin militer AS kini gencar mengingatkan bahaya pengintaian siber yang menyasar ponsel pribadi tentara.
Komando Pusat AS (US Central Command) melaporkan adanya eksploitasi data lokasi komersial oleh pihak musuh. Data tersebut digunakan untuk memata-matai sekaligus menargetkan posisi personel militer AS yang berada di lapangan.
Tekanan psikologis digital ini tidak hanya menyasar perwira aktif, melainkan juga meluas hingga ke lingkungan keluarga. Korps Marinir AS dan pegawai sipil dilaporkan menerima pesan singkat bernada ancaman langsung dari peretas.
Sebuah pesan ancaman yang berhasil ditinjau menunjukkan tingkat pengawasan musuh yang sangat intim. Ancaman tersebut dikirimkan langsung ke nomor pribadi mereka dengan narasi yang menakutkan.
"Identitas Anda sepenuhnya diketahui oleh unit rudal kami, dan setiap gerakan yang Anda buat berada di bawah pengawasan kami."
Aksi peretasan terhadap Bentivegna melengkapi daftar panjang perang asimetris berbasis propaganda antara kedua negara. Iran secara agresif memanfaatkan kecerdasan buatan dan infiltrasi siber untuk meruntuhkan moral publik Amerika Serikat.
Sebelumnya pada bulan Maret, peretas Iran juga sukses membobol email pribadi Direktur FBI, Kash Patel. Foto lama serta dokumen rahasia milik petinggi biro investigasi tersebut kemudian dibocorkan ke jejaring publik.
Konflik siber ini berjalan paralel dengan perang fisik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Pentagon sendiri kerap membalas dengan merilis video serangan militer yang disunting menyerupai permainan komputer populer.
Hadirnya teknologi digital kini membuat batas antara ruang personal dan ruang tempur menjadi bias. Peretasan akun Instagram Space Force ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertahanan personal militer AS masih memiliki celah besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Andrie Yunus, Tegaskan Tak Hentikan Penyidikan Diam-diam
-
PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'
-
Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri
-
Lebanon Bongkar Kebohongan Israel di PBB: Klaim Bela Diri, tapi Serang RS hingga Situs Warisan Dunia
-
RUU Polri Dikhawatirkan Bikin Karier Mandek dan Regenerasi Tersumbat
-
Ditjen Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO
-
Kurang Sowan, Nadiem Akui Banyak Kesalahan Saat Jadi Menteri
-
Prabowo Lahap Nikmati MBG Bareng Siswa SMP, Tanya Cita-cita hingga Nyanyi Bersama
-
Tenaga Surya Tak Cukup, NASA Nekat Bangun Pembangkit Nuklir Demi Bangun Koloni di Bulan
-
Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya