News / Nasional
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:00 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. (Dok: DPR)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana untuk mengoptimalkan program pemerintah.
  • Yahya Zaini mendukung pergantian pimpinan tersebut guna memperbaiki transparansi anggaran, manajemen operasional, serta efektivitas pelaksanaan program makan bergizi gratis.
  • Kepala BGN baru diminta memperkuat sinergi antarlembaga dan meningkatkan pengawasan kualitas pangan untuk mencegah kasus keracunan di lapangan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). 

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana dinilai sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi program prioritas pemerintah. 

Yahya menganggap Nanik S. Deyang merupakan sosok yang sangat tepat untuk menahkodai badan tersebut. Menurutnya, Nanik memiliki pemahaman mendalam terkait berbagai hambatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena selama ini aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan. 

"Beliau orang yang sangat paham masalah yang dihadapi BGN dan Program MBG selama ini. Beliau banyak melakukan pengawasan dan banyak turun ke daerah, sehingga sangat memahami seluk-beluk masalah yang dihadapi," ujar Yahya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026). 

Politisi Partai Golkar ini menekankan tiga poin krusial yang harus menjadi prioritas Kepala BGN yang baru untuk memperbaiki kinerja lembaga tersebut: 

Yahya meminta Nanik untuk segera membenahi aspek manajerial, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran serta mekanisme operasional program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif dan efisien. 

Kepala BGN yang baru diharapkan mampu memastikan setiap lini pelaksanaan program berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). 

"Disiplin dalam pelaksanaan standar operasional harus diawasi secara ketat," tegasnya. 

Salah satu tantangan terbesar BGN selama ini adalah lemahnya sinergi dengan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Yahya menyoroti koordinasi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan di tingkat daerah. 

Baca Juga: Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Prabowo Tunjuk Nanik Deyang

Lebih lanjut, Yahya memberikan catatan serius terkait aspek keamanan pangan. Ia menyoroti masih adanya kasus keracunan makanan dalam simulasi atau pelaksanaan program di lapangan yang mengindikasikan lemahnya kontrol kualitas. 

"Banyaknya kasus keracunan menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. Saya berharap di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, tidak terjadi lagi kasus keracunan atau zero accident," pungkasnya.

Load More