- Presiden Prabowo resmi mencopot Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dari jabatan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional baru-baru ini.
- Sony sebelumnya berperan krusial dalam mengoordinasikan distribusi program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah Indonesia sejak awal pembentukan.
- Jabatan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional kini telah diserahterimakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono untuk restrukturisasi.
Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) turut menyeret nama Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Purnawirawan polisi berbintang dua itu resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Kepala BGN bersama sejumlah pimpinan lainnya dalam langkah restrukturisasi terbaru pemerintah.
Sony Sonjaya, yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025, kini harus meninggalkan posisinya. Jabatan tersebut selanjutnya diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang.
Rekam Jejak di Badan Gizi Nasional
Meski masa tugasnya di BGN telah berakhir, Sony memiliki peran penting dalam fase awal pembentukan dan penguatan lembaga tersebut. Sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN, ia lebih dulu menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN sekaligus Ketua Tim Verifikasi.
Selama bertugas, Sony memegang tanggung jawab besar dalam aspek operasional di lapangan. Salah satu peran utamanya adalah mengoordinasikan distribusi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat menjangkau masyarakat secara tepat sasaran di berbagai wilayah Indonesia.
Ia dikenal memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan strategis yang berperan dalam memastikan kesiapan operasional lembaga tersebut sejak masa awal pelaksanaannya.
Lulusan Akpol 1991 dan Rekan Seangkatan Kapolri
Sony Sonjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Oktober 1967. Di lingkungan Korps Bhayangkara, namanya bukan sosok baru. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991 atau Akabri 1991, yang berarti merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sepanjang kariernya di kepolisian, Sony banyak berkecimpung di bidang penegakan hukum dan reserse kriminal. Pengalaman panjang di bidang tersebut tercermin dari berbagai posisi strategis yang pernah diembannya.
Baca Juga: Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
Karier kepemimpinannya mulai menonjol saat menjabat sebagai Kapolres Majalengka dan kemudian Kapolres Bandung pada 2011. Setahun kemudian, ia mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat.
Perjalanan kariernya terus menanjak. Pada 2020, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh. Setahun berselang, ia kembali mendapat kepercayaan untuk menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh.
Sebelum memasuki masa purnatugas dan bergabung dengan BGN, Sony sempat menduduki jabatan Kabag Renopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022.
Kini, meski tidak lagi berada di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional, perjalanan karier Sony Sonjaya—dari perwira reserse hingga menjadi salah satu figur yang terlibat dalam fase awal pembangunan BGN—tetap menjadi bagian dari catatan pengabdian di institusi negara.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?
-
Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
Bulog Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani, Rekor Baru Penguatan Cadangan Pangan Nasional
-
Sambut Kepala BGN Baru, Waka Komisi IX DPR Minta Tata Kelola MBG Dibenahi dan Keracunan Nol Kasus
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Peringatan Keras untuk Pemerintah! MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Masih Dikepung Makanan Tak Sehat