News / Nasional
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:49 WIB
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan masih menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Dinda)
Baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional terkait dugaan korupsi jual beli titik dapur Makan Bergizi Gratis.
  • Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN yang telah dicopot Presiden Prabowo.
  • Pemerintah saat ini sedang melakukan audit internal dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta tata kelola Badan Gizi Nasional.

Suara.com - Kejaksaan Agung masih melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dugaan korupsi praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan oknum pejabat tinggi BGN.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang mengungkap secara rinci mengenai dugaan praktik tersebut. Selain menggeledah kantor BGN, penyidik juga dikabarkan telah menggeledah kediaman sejumlah pihak terkait.

Selain itu, Kejagung dikabarkan masih melakukan pemeriksaan terhadap Dadan Hindayana.

Ia diperiksa bersama dua mantan wakil kepala BGN yang telah dicopot, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Pemeriksaan disebut telah dilakukan penyidik sejak pukul 04.00 WIB.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung membenarkan adanya penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Penyidik PIDSUS Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mochamad Jeffry.

Dicopot Presiden

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengungkapkan pemerintah tengah melakukan audit internal menyusul munculnya dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Baca Juga: 3 Pimpinan Baru BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Ada Birokrat Senior hingga Mayjen TNI

“Semua sedang dalam proses audit internal," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Audit tersebut disebut sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengaku menerima berbagai laporan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual beli titik dapur MBG.

"Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," kata Dudung beberapa waktu lalu.

Dudung bahkan menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan langsung kondisi di lapangan serta menelusuri berbagai potensi penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pencopotan Dadan Hindayana dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja dan tata kelola BGN.

Menurut Dasco, DPR melalui Komisi IX juga telah menyampaikan sejumlah catatan kepada pemerintah terkait aspek-aspek yang perlu diperbaiki di internal lembaga tersebut.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengungkap apakah penggeledahan yang dilakukan di kantor BGN berkaitan dengan temuan dugaan penyimpangan dalam program MBG maupun dugaan jual beli titik SPPG yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Load More