- Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional terkait dugaan korupsi jual beli titik dapur Makan Bergizi Gratis.
- Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN yang telah dicopot Presiden Prabowo.
- Pemerintah saat ini sedang melakukan audit internal dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta tata kelola Badan Gizi Nasional.
Suara.com - Kejaksaan Agung masih melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN).
Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dugaan korupsi praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan oknum pejabat tinggi BGN.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang mengungkap secara rinci mengenai dugaan praktik tersebut. Selain menggeledah kantor BGN, penyidik juga dikabarkan telah menggeledah kediaman sejumlah pihak terkait.
Selain itu, Kejagung dikabarkan masih melakukan pemeriksaan terhadap Dadan Hindayana.
Ia diperiksa bersama dua mantan wakil kepala BGN yang telah dicopot, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Pemeriksaan disebut telah dilakukan penyidik sejak pukul 04.00 WIB.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung membenarkan adanya penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Penyidik PIDSUS Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mochamad Jeffry.
Dicopot Presiden
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengungkapkan pemerintah tengah melakukan audit internal menyusul munculnya dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Baca Juga: 3 Pimpinan Baru BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Ada Birokrat Senior hingga Mayjen TNI
“Semua sedang dalam proses audit internal," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Audit tersebut disebut sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi yang terus dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengaku menerima berbagai laporan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual beli titik dapur MBG.
"Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," kata Dudung beberapa waktu lalu.
Dudung bahkan menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan langsung kondisi di lapangan serta menelusuri berbagai potensi penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pencopotan Dadan Hindayana dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja dan tata kelola BGN.
Menurut Dasco, DPR melalui Komisi IX juga telah menyampaikan sejumlah catatan kepada pemerintah terkait aspek-aspek yang perlu diperbaiki di internal lembaga tersebut.
Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengungkap apakah penggeledahan yang dilakukan di kantor BGN berkaitan dengan temuan dugaan penyimpangan dalam program MBG maupun dugaan jual beli titik SPPG yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Berita Terkait
-
3 Pimpinan Baru BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot, Ada Birokrat Senior hingga Mayjen TNI
-
Tanggapi Kabar Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Dasco Ungkap DPR Sudah Lama Soroti BGN
-
Siapa Itu Sony Sonjaya? Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Ternyata Purnawirawan Polri
-
Kantor BGN Digeledah dan Dadan Hindayana Dikabarkan Ditangkap Kejagung, Begini Respons Dasco
-
6 Kontroversi Dadan Hindayana di BGN, Usul Menu Ulat Sagu hingga Motor Listrik 1 Triliun
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT